Biar Adil, Indonesia Minta All England Open 2021 Tak Dihitung Poin

Tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen di All England Open 2020.
Sumber :
  • Instagram: Viktor Axelsen

VIVA – BWF World Tour Super 1000 All England Open 2021 tetap berjalan meski Indonesia telah didepak. Hari ini, Sabtu 20 Maret 2021 digelar partai semifinal.

Manajer Tim bulutangkis Indonesia, Ricky Subagja meminta keadilan bagi skuad Merah Putih sebelum pulang ke Tanah Air.

Hal yang disuarakan atlet, menurut Ricky adalah jika Indonesia tak bisa berlaga All England sebaiknya disetop. Seandainya itu tidak bisa, makan All England tidak boleh dihitung poin karena tidak adil untuk skuadnya. 

"Menjelang olimpiade, kami berharap All England ini tidak ada poin. Semoga tidak dihitung poin," ujar Ricky Jumat malam, 19 Maret 2021.

"Ada satu catatan, harapan kami minta PCR. Jika hasilnya negatif bisa melanjutkan pertandingan, tapi tidak memungkinkan. Layaknya seluruh pebulutangkis dilakukan karantina, atau diminta All England berhenti," tegasnya.

Sejak awal turnamen ini berjalan, sudah diawali dengan masalah. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan panitia pelaksana menemukan kasus positif COVID0-19 terhadap tujuh orang perwakilan dari Denmark, India dan Thailand.

BWF dan Badminton Inggris kemudian menunda turnamen tersebut selama lima jam pada partai perdana hari Rabu 17 Maret 2021. Akhirnya dimulai sekira pukul 21.00 WIB.

Pebulutangkis Indonesia pun sudah sempat bertanding. Ada Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang berlaga menghadapi wakil Inggris. Mereka menang.

Setelah itu, panitia mengusir tim Indonesia keluar dari Utilita Arena Birmingham. Mereka disebut satu pesawat dengan penumpang anonim yang terpapar COVID-19.

Tak disediakan bus, Indonesia diminta mundur dari All England dan jalan kaki ke hotel. Mereka pun menjalani isolasi.