Tak Ada Bendera Indonesia di Piala Thomas, Menpora Jadi Sasaran

Menpora Zainudin Amali
Sumber :
  • Tangkapan layar

VIVA – Tidak berkibarnya bendera Merah Putih saat keberhasilan tim Indonesia meraih gelar juara Piala Thomas membuat Menpora Zainudin Amali jadi sasaran kritik. Dia dianggap tidak bekerja maksimal dalam menjaga lembaga-lembaga olahraga di bawahnya.

Sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kepada Indonesia yang jadi sebabnya. Mereka menjatuhkan sanksi karena Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) tidak patuh menerapkan aturan standar pengecekan.

Sanksi ini diberikan pada pekan lalu. Dan rombongan Piala Thomas yang jadi korban pertama dari sanksi WADA tersebut. Warganet dan sejumlah mantan pebulutangkis Indonesia angkat bicara soal ini.

Hariyanto Arbi menekankan, jika sanksi ini memperlihatkan dengan jelas ada yang tidak beres dalam pengelolaan olahraga Indonesia. Para pemain telah berjuang keras, tapi tidak diimbangi dengan kerja para pemangku kepentingan olahraga Tanah Air.

Legenda bulutangkis Indonesia, Hariyanto Arbi

Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

“Sanksi tersebut secara jelas memperlihatkan ada yang tidak beres dalam pengelolaan olahraga kita. Kemenangan kita di Piala Thomas tercoreng ketika Merah Putih tidak bisa berkibar,” kata Hariyanto.


“Para pemain jatuh bangun berlatih dan bertanding, pengurus olah raga tidak maksimal mengelola hal-hal administratif seperti standar doping. Ke depan, selayaknya hal-hal seperti itu tak terjadi lagi,” imbuhnya.

Taufik Hidayat Juga Angkat Bicara

Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004, Taufik Hidayat juga angkat bicara soal ini. Dia bahkan melontarkan kritik tajam untuk Menpora dan lembaga di bawahnya.

Menurut Taufik, para pemangku kepentingan tidak bekerja maksimal. Apa yang digadang-gadang selama ini, seperti ingin jadi tuan rumah Olimpiade jadi terkesan negatif.

"Jangan ngarep jadi tuan rumah Olympic or Piala Dunia. Urusan kecil saja tidak beres," tulis Taufik di keterangan foto Instagram pribadinya.

Taufik Hidayat

Photo :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

Sikap Taufik dan Hariyanto ini juga senada dengan pendapat para warganet di media sosial. Contohnya adalah di Twitter, di mana banyak yang menyentil kinerja Menpora.

Merespons kritik yang berdatangan, Menpora meminta maaf. Pernyataan terkait sanksi WADA beberapa waktu lalu, ditegaskan tidak ada maksud menganggap remeh.

"Tidak ada anggap remeh, cuma mendapat informasi masalahnya hanya di Test Doping Plan (TDP), sample-nya tidak bisa dipenuhi karena 2020 tidak ada olahraga akibat pandemi COVID-19. Saya menganggap kalau ini sudah diklarifikasi selesai, tapi ternyata tidak. Masih ada hal lain yang dibutuhkan," tuturnya.