Tutty Alawiyah

Tutty Alawiyah
Sumber :
  • anataranews.com

Atas jasa ayahnya yang besar dalam bidang pendidikan Islam, pemerintah menganugerahkan penghargaan Bintang Maha Putera Pratama, dan Pemerintah Khusus Ibukota menggunakan namanya sebagai nama jalan utama menggantikan Jl. Lapangan Roos dan Kampung Melayu Besar dengan nama Jl. KH.Abdullah Syafi'i.

Tutty memiliki banyak pengalaman dalam berdakwah. Ia telah  mengunjungi 63 kota besar di 23 negara demi kepentingan berdakwah dan kegiatan sosial mengharumkan namanya sehingga ia layak diberi gelar doktor honoris causa bidang dakwah Islam dari IAIN Syarif Hidayatullah dan gelar profesor dari Federation Al Munawarah, Berlin Jerman.

Tutty Alawiyah memang dilahirkan untuk berdakwah. Tutty ingin terus berkarya meneruskan pesan sang ayah untuk hidup berguna bagi masyarakat, kaum duafa, dan wanita. Ia ikuti pesan ayahnya terjun dalam bidang dakwah, sosial, dan pendidikan.  Dalam dunia politik, ia juga punya nama di Partai Golkar. 

Di akhir Orde Baru, ia ditunjuk oleh presiden Soeharto menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tak lama Soeharto lengser, Tutty tetap ditunjuk menjadi menteri yang sama oleh Presiden BJ. Habibie. 

Kehidupan Tutty  tak lepas dengan berdakwah. Memasuki usia senja, ia tetap energik menyampaikan pesan-pesan ilahi ke pada ummat.  Pada 4 Mei 2016, tepat usia 74 tahun, Tutty Alawiyah dipanggil kepangkuan Allah SWT.

BIODATA

Nama Lengkap               : DR (honoris cauasa). H. Tutty Alawiyah AS
Tempat Tanggal Lahir     : Jakarta, 30 Maret 1942
Agama                         : Islam
Jabatan                         : Menteri Negara Peranan Wanita 1998-1999
   
KELUARGA  
Nama Suami                 : H. A. Chatib Naseh
Anak                           : Moh. Reza Hafiz
    H. Dailami Firdaus, SH. LLM. MBA
    Dra. H. Nurfitria Farhana
    Lily Kamalia Ihsana, SE
    Syifa Fauzia

                                  
PENDIDIKAN

  • Ibtidaiyah As-Syafi'iyah, Jakarta
  • SD Slamet Riyadi, Jakarta
  • Tsanawiyah As-Syafi'iyah, Jakarta
  • Aliyah As-Syafi'iyah, Jakarta
  • Sarjana S-1 Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
  • Gelar Doctor Honoris Causa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarief Hidayatullah Jakarta, 17 Februari 2001

 

KARIER

  • Anggota pendiri Perguruan Islam As-Syafi'iyah / Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi'iyah (YAPTA)
  • Rektor Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA)
  • Menteri Negara Peranan Wanita Kabinet Pembangunan VII 1998
  • Menteri Negara Peranan Wanita (Menperta) Kabinet Reformasi Pembangunan
  • Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) utusan Golongan Tahun 1999-2004
  • Ketua Internatonal Muslim Women's Union (IMWU) Indonesia
  • Direktur Eksekutif International Muslim Women's Union (IMWU) untuk Asia
  • Sekretaris Jenderal Perhimpunan Masyarakat Madani (PMM)
  • Presiden Komisaris PT. Adhisa Jaya Pastika
  • Presiden Komisaris PT. Kharisma Redisa Utama
  • Pendiri/Penanggung jawab Pesantren Khusus yatim As-Syafi'iyah
  • Ketua Umum Majelis Taklim Kaum Ibu (MTKI) As-Syafi'iyah
  • Pendiri/Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), sampai sekarang
  • Ketua Umum Yayasan Al Hurriyah
  • Ketua Umum Yayasan Alawiyah
  • Anggota MPR RI Periode 1992-1997 / Periode 1997-2002
  • Anggota Badan Pekerja (BP) MPR RI Ad Hoc II 1997/1998
  • Wakil Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI)
  • Wakil Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI)
  • Wakil Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Pusat
  • Wakil Ketua Gerakan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam (GUPPI)
  • Anggota Dewan Pembina BAMUS BETAWI (Badan Musyawarah Masyarakat Betawi)
  • Penasehat Pengurus Wanita Betawi
  • Anggota Dewan Pers Indonesia
  • Anggota CIDES (Center for Information and Development Studies)
  • Anggota Pengurus/Pembina Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) DKI Periode 1972-1985
  • Pendiri Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI)
  • Anggota Pleno Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Pemimpin dan Pembimbing Jamaah Haji dan Umroh sejak tahun 1988-1997 (10 kali berturut-turut)
  • Direktur Utama Radio Alawiyah
  • Anggota Forum Rektor
  • Ketua Umum International Muslim Women Union chapter Indonesia (1998-2004)
  • Ketua Penyelenggara/Penanggung Jawab Acara
  • Dasawarsa BKMT di Stadion Utama Senayan 1991 (120.000 Orang)
  • Gelar Akbar Majelis Taklim Tasyakur 50 Tahun Kemerdekaan RI, 26 Agustus 1995 di Stadion Utama Senayan (140.000 Orang)
  • Gelar Budaya Islam 3 hari di Masjid Istiqlal Jakarta
  • Gema Zikir & Takbir di Silang Monas - Jakarta Tanggal 29 Januari 1998
  • Silaturahmi Akbar dan Rakernas IV BKMT, tanggal 20 Februari 1999 di Stadion Utama Senayan Jakarta (100.000 Orang)