Astrid Tiar
- VIVAlife/ Shalli Syartiqa
VIVA.co.id – Astrid Tiar atau lengkapnya Astrid Tiar Yosephine Nasution merupakan salah satu aktris sinetron Indonesia ternama. Memulai kareir di dunia model, Astrid melenggang ke dunia peran setelah sinetron Atas Nama Cinta yang ia perankan bersama Jennifer Dunn meledak di pasaran.
Seperti halnya kebanyakan aktris sinetron Indonesia, Astrid Tiar mengawali kariernya sebagai gadis Sampul pada 2000. Penampilan Astrid yang tomboy membuat sang kakak terdorong untuk mengubah penampilan menjadi lebih feminin. Tanpa pengetahuan Astrid, semua dokumen dikirimkan hingga Astrid terpilih menjadi finalis. Astrid pun menjawab tantangan itu dan akhirnya keluar sebagai juara I Gadis Sampul. Sebelum terjun di dunia sinetron Astrid banyak bergelut dalam bidang model remaja.
Sinetron yang pertama kali ia bintangi adalah sinetron berjudul Fanya. Beberapa sinetron dia bintangi hanya menempatkannya sebagai pemain figuran, seperti dalam sinetron Kafe Biru, Pernikahan Dini, Sejuta Rasa Sayang, Si Cecep dan Wah Cantiknya 2. Namanya langsung melejit saat Astrid membintangi sinetron berjudul Atas Nama Cinta. Di sini Astrid memerankan Lila, seorang gadis yang harus menderita akibat perbuatan saudaranya sendiri, Sissy yang diperankan Jennifer Dunn.
Sebenarnya Astrid lekat sebagai seorang gadis tomboy. Namun, peran sebagai Lila yang feminin dan mampu menimbulkan rasa iba di hati pemirsa membuat namanya menarik banyak simpati. Sinetron ini mendapat rating cukup tinggi.
Lewat peran apiknya dalam sinetron produksi MD Entertainmen yang mengusung lagu tema dari album Dewa 19 bertitel sama, Astrid mulai diperhitungkan dalam dunia sinetron Indonesia. Gadis dengan tinggi badan 169 cm ini makin terkenal di publik.
Penampilan gadis kelahiran Jakarta, 12 Juli 1986 terus menghiasi sinetron di beberapa stasiun televisi swasta antara lain sinetron Atas Pusing Bawah Pening, Topeng, dan Ajari Aku Cinta, Tangisan Anak Tiri, Buruan Sayang Gue, Roman Picisan dan Kanaya.
Astrid memang telah merasakan berbagai karakter dalam sinetron-sinetronnya. Peran antagonis maupun protagonis pernah ia lakoni. Namun, dirinya mengaku paling sulit jika diminta memerankan wanita feminin. Jika kebetulan berperan sebagai perempuan feminin, dirinya menganggap hal tersebut sebagai sebuah tantangan.