Abdurrahman Wahid

Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Sumber :
  • embunhikmah

Isi dekritnya; (1) pembubaran MPR/DPR, (2) mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dengan mempercepat pemilu dalam waktu satu tahun, dan (3) membekukan Partai Golkar sebagai bentuk perlawanan terhadap Sidang Istimewa MPR. Namun, dekrit tersebut tidak memperoleh dukungan. Tepat pada 23 Juli 2001, MPR secara resmi memberhentikan Gus Dur dan menggantinya dengan Megawati Soekarnoputri.

Setelah turun dari kursi kepresidenan, terjadi perpecahan pula pada tubuh PKB. Sebelum sidang MPR, anggota PKB enggan hadir karena solidaritas, namun sang ketua Matori Abdul Djalil ingin hadir karena dia adalah wakil ketua MPR. Dengan posisinya sebagai Ketua Dewan Syuro, Gus Dur menjatuhkan posisi Matori sebagai Ketua PKB pada tanggal 15 Agustus 2001 dan melarangnya ikut serta dalam aktivitas partai sebelum mencabut keanggotaan Matori pada bulan November.

Pada tahun berikutnya, Gus Dur konflik dengan keponakannya Muhaimin Iskanndarr terkait  kepengurusan yang sah di PKB. Putusan pengadilan memenangkan PKB yang dipimpin Muhaimain Iskandar.

Meski tak memegang partai politik lagi, Gus Dur tetap aktif memperjuangkan kebebasan berpendapat, demokrasi, dan toleransi. Kegiatan ini ia lakukan sampai kondisi kesehatannya menurun. Hingga akhirnya  tahun 2009, Gus Dur wafat di RSCM, Jakarta, pukul 18.45, karena penyakit yang dideritanya. Ia wafat pada usia 69 tahun dan dimakamkan di Jombang.

BIODATA

Nama  Lengkap : K.H. Abdurrahman Wahid
Nama Pangilan : Gus Dur, Abdurrahman Wahid
Tempat, Tanggal Lahir  : Jombang, 7 September 1940
Wafat  : Jakarta, 30 Desember 2009
Agama   : Islam
Jabatan :  Presiden RI ke-4, periode 1999-2001
   
KELUARGA  
Orang Tua : Wahid Hasyim dan Solichah
Istri : Sinta Nuriyah
Anak   : Alissa Qotrunnada
    Zannuba Ariffah Chafsoh
    Anita Hayatunnufus
    Inayah Wulandari

PENDIDIKAN

  • SD KRIS
  • SD Matraman Perwari
  • Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah (1957-1959)
  • Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur (1959-1963)
  • Al Azhar University, Cairo, Mesir, Fakultas Syari'ah (Kulliyah al-Syari'ah) (1964-1966)
  • Universitas Baghdad, Irak, Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab (1966-1970)

KARIER

  • Sekretaris Umum Pesantren Tebu Ireng (1974-1980)
  • Guru Kitab di Al Hikam (1975)
  • Fakultas Ushuludin Universitas Hasyim Ashari, Jombang, sebagai Dekan dan Dosen (1977)
  • Katib Awwal PBNU (1980-1984)
  • Ketua Dewan Tanfidz PBNU (1984-1989, 1989-1994, 1994-1999)
  • Ketua Majelis Ulama Indonesia (1987-1992)
  • Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat RI (1989-1993)
  • Partai Kebangkitan Bangsa, Indonesia, Ketua Dewan Syura DPP PKB (1998)
  • Presiden Republik Indonesia (1999-2001)
  • Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Mustasyar (2000)
  • Rektor Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Indonesia (2002)
  • Pendiri The WAHID Institute, Indonesia (2004)