Heboh Bayi Berumur 8 Bulan Tewas karena Overdosis, Kok Bisa?

Ilustrasi narkoba di dalam Liquid.
Sumber :
  • VIVA/Ikhwan Yanuar

Sarasota, Amerika Serikat – Belum lama seorang bayi yang baru berumur 8 bulan di Amerika Serikat (AS) ditemukan meninggal dengan status positif fentanyl dalam jumlah mematikan.

Dilansir dari New York Post, Rabu 28 Juni 2023, Kantor Sheriff, Sarasota mendatangi sebuah tempat tinggal di dekat Jalan Bee Ridge sekitar pukul 17:15, untuk laporan bahwa bayi berusia 8 bulan telah meninggal.

Ilustrasi/Narkoba

Photo :
  • VIVA.co.id/Danar Dono

Bayi tersebut ditemukan tertelungkup di sofa rumah dalam keadaan tidak responsif selama beberapa jam saat ibunya, Carissa Alexander, sedang merawat bayi tersebut. Menurut penyidik, bayi yang tak diberitahu identitasnya itu tak segera dibawa ke rumah sakit sampai ayahnya, Nicholas Alexander tiba di rumah.

Setelah diinterogasi dan dilakukan penyelidikan dengan memeriksa sampel darah dan urine yang diambil dari pasangan tersebut, keduanya diduga mengalami gangguan, dan segera ditangkap oleh kantor sheriff.

"Hasil otopsi menunjukkan bahwa bayi tersebut telah meninggal selama beberapa jam dan mengandung fentanil dalam jumlah yang mematikan," kata kantor Sheriff.

Kedua pasangan itu kini dihadapkan pada dakwaan pembunuhan dengan kekejaman terhadap anak. Saat ini keduanya telah ditahan di Fasilitas Pemasyarakatan Kabupaten Sarasota.

Dikutip dari United States Drug Enforcement Administration (DEA), fentanil adalah opioid sintetik yang disetujui oleh Food and Drug Administration untuk digunakan sebagai analgesik (pereda nyeri) dan anestesi. Ini lebih kuat 100 kali lebih dari morfin dan 50 kali lebih kuat dari heroin sebagai analgesik.

Overdosis fentanyl dapat menyebabkan efek samping yang sangat fatal, seperti:

  • Pingsan
  • Perubahan ukuran pupil
  • Kulit dingin dan lembap
  • Sianosis
  • Koma
  • Gagal napas
  • Kematian