FOKUS: Ciamis Berdarah

Ilustrasi Pembunuhan
Sumber :
  • Freepik

Akmal mengatakan, pasangan suami-istri ini sebelumnya cekcok. Mereka ribut-ribut masalah ekonomi rumah tangga. Setelah korban terkapar, pelaku memutilasi jasad korban dengan pisau dapur biasa. 

Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis, Ajun Komisaris Polisi Joko Prihatin membeberkan cara pelaku memutilasi korban dimulai dari bagian kaki korban dulu lalu tangan.

Ilustrasi pembunuhan

Photo :

Untuk bagian kepala, Joko mengatakan masih dalam keadaan utuh. Tapi, hasil autopsi menyimpulkan jika kepala korban mengalami luka akibat pukulan balok. 

"(Mutilasi) Diduga bagian kaki dahulu, terus tangan, terus kaki, terus tangan lagi. (Kepala) Utuh, cuma hasil autopsi sementara kata dokter kepalanya pecah karena diduga pukul kayu itu," kata Joko.

Hasil Pemeriksaan Kejiwaan

Hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap Tarsum (51), suami di Ciamis yang memutilasi istrinya sendiri, Yanti (44), di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis mengharuskan pelaku (Tarsum), dirujuk ke RS Jiwa Cisarua.

Hal tersebut diungkap AKP Joko Prihatin. Yang bersangkutan bakal menjalani observasi selama 14 hari di sana. Tarsum sudah diserahkan ke RS Jiwa Cisarua, kemarin. 

"Menurut dokter kejiwaan perlu observasi karena mengalami depresi. Makanya, untuk tahu tingkatannya itu belum bisa dipastikan," ujar dia, Rabu 8 Mei 2024. 

Tarsum, Tersangka kasus pembunuhan mutilasi di Ciamis diamankan Polisi

Photo :
  • ANTARA/Adeng Bustomi

Adapun Joko mengungkap kalau observasi ini perlu dilakukan guna menentukan laik atau tidaknya dilakukan proses selanjutnya. Pasca observasi di sana kemudian polisi bakal menentukan kelanjutan proses pidana Tarsum. Mereka bakal berkoordinasi dengan jaksa. 

Observasi sendiri dilakukan di RS Jiwa Cisarua karena fasilitas yang lebih lengkap. "Jadi dari tim dokter RSUD Ciamis selama dua hari mereka melakukan observasi kemudian, mereka akhirnya karena untuk kepentingan penyidikan harus ada observsi lebih lanjut," kata dia.

Pelaku sempat bertanya perihal kondisi keluarga dan istrinya. Pertanyaan tersebut ditanyakan yang bersangkutan kepada dokter kejiwaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis saat dia diperiksa kejiwaannya. Hal itu diungkapkan AKP Joko Prihatin. "(Tarsum) Menanyakan keluarganya sehat? Bagaimana istrinya?" ujar dia. 

Meski begitu, belum dapat dipastikan apakah yang bersangkutan sadar atau tidak saat menanyakan hal itu ke dokter. Karena memang sejauh ini Tarsum diduga depresi sehingga guna pemeriksaan lebih lanjut dia dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua guna diobservasi selama 14 hari.