Cerita Pasien Berobat ke Ningsih Tinampi yang Tengah Viral di Medsos

Pengobatan alternatif Ningsih Tinampi
Sumber :
  • tvOne

VIVA – Pengobatan alternatif Ningsih Tinampi tengah viral di media sosial (medsos). Banyak pasien yang datang ingin berobat ke tempat perempuan tersebut di Desa Karang Jati, Pasuruan, Jawa Timur. 

Satu di antaranya Tuti. Warga Kediri, Jawa Timur itu mengaku sudah dua kali datang berobat ke Ningsih. Pendaftaran pertama pada Januari 2019. Kemudian, dia baru dipanggil pada Juni 2019.

Awalnya, ibu dan bapaknya yang berobat. Kemudian dia yang diobati. Keluhan penyakit yang dialami Tuti yaitu pusing-pusing dan jantung berdebar. 

Ketika pertama diobati, menurut Tuti, disebutkan kalau penyakitnya dibikin orang. "Pertama (berobat), 'mba ini dibikin orang namanya dimiskinkan'. Setelah itu diobati, saya merasa tenang sekarang," ujarnya saat wawancara dengan tvOne, dalam acara Apa Kabar Indonesia, Kamis, 5 Desember 2019 pagi.

Saat ini, Tuti merasa lebih tenang. "Alhamdulillah, sangat luar biasa, saya lebih tenang, percaya diri, lebih fokus mengerjakan sesuatu yang saya kerjakan," katanya.

>

Sebelum ke Ningsih, Tuti mengaku sudah berobat ke dokter. Dua bulan sekali dia harus check up ke dokter karena disebut terkena penyakit asma. Setelah berobat ke Ningsih, dua bulan pertama dia tidak ke dokter lagi. Namun, bulan ketiga dia kena asma lagi sehingga kontrol lagi.

Pasien lainnya, Sri Ningsih berobat ke Ningsih Tinampi lantaran mengalami kembung dan pegal-pegal. "Kalau lagi kumat kayak dibebani berapa ton di pundak saya. Saya bawa ke dokter enggak ada apa-apa, katanya darah tinggi," ujarnya.

Dia menambahkan, "Saya terasa banget, saya punya restoran di Amerika, dari rumah senang happy, sampai di depan kasir, badan rasanya seperti ditusuk-tusuk".

Sementara itu, reporter tvOne mengabarkan, di tempat pengobatan Ningsih ini setiap harinya sekitar 40 pasien yang diobati. Mereka dipijat, diberi saran-saran lalu diberi air mineral yang sudah didoakan. Para pasien ada yang berobat jalan, ada juga yang menginap.

Ada dua jalur pendaftaran pasien, yaitu jalur reguler dengan biaya mulai Rp300 ribu. Pasien yang daftar lewat jalur reguler harus menunggu beberapa bulan lebih dulu untuk dapat ditangani.

Sementara itu, pendaftaran lewat jalur privasi, biayanya Rp1,5 juta, namun tak menunggu lama lantaran bisa langsung ditangani keesokan harinya.