Padat di Peron, Penumpang Pakai Eskalator Turun untuk Naik

Penumpang kereta api semrawut di Stasiun Duri.
Sumber :
  • Facebook.com/gaz.schuckert

VIVA – Transportasi umum di Indonesia memang sedang terus membenahi diri. Pihak berwenang yang terkait pun terus berusaha meningkatkan kenyamanan dan keamanan para pengguna transportasi publik tersebut. Dengan semakin baiknya fasilitas transportasi umum ini, diharapkan dapat mengurangi angka kemacetan khususnya di ibu kota Jakarta.

Di tengah usaha keras membenahi diri, sayangnya peristiwa kurang menyenangkan terjadi di salah satu sarana transportasi publik di Jakarta. Kejadian ini langsung menjadi viral setelah videonya diunggah oleh akun Facebook M Bagas R Wijaya.

Dalam postingannya, Bagas menjelaskan bagaimana kondisi di Stasiun Duri, Jakarta. Peristiwa ini sendiri terjadi saat jam pulang kantor pada Senin, 27 Maret 2018. Padatnya pengguna kereta yang tak terbendung sampai-sampai membuat penumpang yang ingin naik ke atas menggunakan eskalator jalur turun.

"Kondisi parah stasiun Duri pada sore ini (jam pulang kantor). Bisa dibilang lebih parah daripada stasiun Tanah Abang. Inikah kondisi dimana arsitektur modern tidak memperhitungkan pergerakan manusia?

Peron stasiun Duri sudah tidak bisa menampung lautan manusia (overload-capacity). Seseorang harus terus berjalan kalau tidak akan ada manusia yang tersenggol jatuh ke rel karena penuhnya peron.

Terlihat sebagian penumpang yang memaksakan diri menaiki eskalator yang berjalan turun demi lebih cepat menyebrang peron. Ini sungguh sangat berbahaya. Entah siapa yang salah," tulis Bagas dalam postingannya.

Tampak dalam tayangan tersebut bagaimana kesemrawutan saat penumpang yang tidak sabar ingin segera naik, sampai nekat menggunakan eskalator turun. Penumpang yang membludak saling bertabrakan membuat kondisi di stasiun pada saat itu semakin tak terkendali.

Semoga dengan viralnya video ini bisa menjadi sebuah masukan agar pelayanan transportasi publik bisa semakin lebih baik lagi. Begitupun dengan para penggunanya. Semoga ke depan bisa lebih tertib dan menggunakan semua fasilitas yang ada sebagaimana mestinya. Karena kalau bukan dari kita sendiri, lalu siapa lagi?