Pengalaman Unik saat Interview Kerja
- U-Report
"Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini", "Ceritakan tentang diri Anda", "Apa saja kekurangan diri Anda", "Berapa gaji yang Anda inginkan?". Untuk mengerjakan soal-soal itu saya benar-benar mengarang bebas. Untuk pertanyaan, "Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?", saya tulis, "Perusahaan ini adalah perusahaan listrik yang sedang berkembang untuk menjadi lebih baik lagi". Benar-benar jawaban seorang anak SD.
Setelah beres tes tertulis ternyata langsung berlanjut ke tes wawancara. Dan yang mewawancarai saya adalah si Pak Tony itu. Dan saat itu, rasanya saya lebih memilih diserap oleh black hole di luar angkasa karena Pak Tony membacakan ulang semua jawaban saya tadi persis di depan saya. Saat itu saya benar-benar mati gaya dan tidak berkutik.
Pak Tony juga beberapa kali menyuruh saya menceritakan tentang diri saya, tentang pekerjaan yang saya lakukan selama ini. Saya ceritakan apa adanya tentang diri saya. Setelah rangkaian tes yang menguras tenaga itu selesai, akhirnya saya diizinkan pulang dan jika saya diterima kerja di sana saya akan dihubungi lagi (saya malah sama sekali berharap enggak diterima kerja di situ).
Perasaan saya saat itu benar-benar lega, beban batok kelapa di punggung saya mendadak lenyap. Yang ada dipikiran saya saat itu, saya pengen cepat-cepat tidur dan kembali ke kegiatan saya seperti biasa. Tanggal 20 Januari 2009 (saya ingat banget tanggalnya karena bertepatan dengan ulang tahun pacar saya saat itu), saya mendapat telepon dan ternyata saya diterima bekerja di perusahaan itu!
Saya benar-benar shock sampai bingung, kok bisa-bisanya saya diterima kerja. Saya yakin pasti ada orang yang pendidikannya lebih tinggi dari saya yang interview di sana, tapi kenapa malah saya yang diterima? Begitu saya ngabarin ke ibu, ayah, dan kakak saya, dan semuanya langsung bahagia dan senang. Saya disuruh kerja mulai tanggal 23 Januari, dan semua hal yang berhubungan dengan pekerjaan akan dijelaskan langsung ke saya di tanggal tersebut.
Nah, saat itu saya jadi benar-benar bingung. Saya berpendapat kalau orang kerja itu tentu butuh kenyamanan untuk menyalurkan minat, bakat, dan sesuai passion yang dia punya. Sedangkan saya bakalan bekerja di perusahaan listrik yang namanya saja saya enggak hafal-hafal. Orang bilang kalau kita belajar pasti kita bakalan bisa. Tapi menurut saya, cuma diri kita sendiri yang bisa mengukur limit yang kita punya dan saya pikir saya enggak bakalan enjoy kerja di sana.