Peran Ganda Perempuan Ciptakan Pergeseran Nilai

Dinie Nastiti, perempuan miliki peran ganda.
Sumber :
  • U-Report

Sementara perempuan yang sudah memiliki keluarga, maka seorang perempuan itu juga memiliki peran yang ganda yang bahkan lebih kompleks. Yakni sebagai individu yang senantiasa menyesuaikan diri dengan komponen lingkungan keluarganya serta lingkungan sekitar tempat ia tinggal. Tidak hanya itu saja, seorang perempuan tersebut juga harus menyesuaikan diri terhadap lingkungan pekerjaannya jika ia wanita karier yang merangkap sebagai seorang ibu.

Terlepas dari perempuan single maupun perempuan yang sudah memiliki keluarga, perempuan tetaplah memiliki peran ganda. Kondisi tersebut membuat seorang perempuan seringkali menghadapi tekanan dari lingkungannya.

Ketika mendapatkan tekanan dari lingkungan, perempuan akan melakukan adaptasi diri, yang berarti mengubah diri sesuai keadaan lingkungan dan juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan diri. Peran ganda perempuan membawa dampak pada pergeseran nilai dalam keluarga, berupa perubahan struktur fungsional dalam kehidupan keluarga seperti pola penggunaan waktu dan kegiatan untuk keluarga, urusan rumah tangga, pekerjaan, sosial ekonomi, pengembangan diri, dan pemanfaatan waktu luang.

Peran atau role menurut Suratman (2000:15) adalah fungsi atau tingkah laku yang diharapkan ada pada individu seksual, sebagai satu aktivitas menurut tujuannya dapat dibedakan menjadi dua: 1. Peran public, yaitu segala aktivitas manusia yang biasanya dilakukan dilluar rumah dan bertujuan untuk mendatangkan penghasilan; 2. Peran domestic, yaitu aktivitas yang dilakukan di dalam rumah dan biasanya tidak dimaksudkan untuk mendatangkan penghasilan, melainkan untuk melakukan kegiatan kerumahtanggaan.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tingkat modernisasi dan globalisasi informasi serta keberhasilan gerakan emansipasi wanita dan feminisme, wanita semakin terlibat dalam berbagai kegiatan. Peran ganda perempuan bukan lagi sebagai hal yang asing.

Muhammad Asfar dalam Prisma (1996) menyatakan bahwa perempuan tidak lagi hanya berperan sebagai ibu rumah tangga yang menjalankan fungsi reproduksi, mengurus anak dan suami atau pekerjaan domestic lainnya, tetapi sudah aktif berperan di berbagai bidang kehidupan baik social, ekonomi, maupun politik.

Ini berarti, nantinya, jumlah tenaga kerja wanita akan mendominasi pasar kerja dimasa yang akan datang, superioritas pria di bursa kerja akan bergeser. Pola pembagian tugas dalam keluarga didasarkan pada status individu yang ada dalam keluarga, peran ganda yang dijalani perempuan membuat beban kerja dan kebutuhan alokasi waktu bagi perempuan bertambah akibat beban kerja yang bertambah.