Dua Kali Aku Pernah Hampir Mati dalam Hidup Ini
- REUTERS/Sharif Karim
Ketika terjadi demo mahasiswa Undip, resonansi Peristiwa Malari, di kampus Pleburan, Semarang, aku memotret dari dalam kampus. Di luar seputar kampus telah dikepung pasukan TNI-AD. Saat keluar, aku lompat pagar tembok setinggi dua meter. Begitu aku berada di atas pagar, ternyata di bawah telah berderet pasukan dengan senapan yang siap tembak tertuju ke arahku. Sedikit gerakan kulakukan, maka senjata akan menyalak bersamaan. Beberapa detik aku gemetaran, sampai datangnya Dandim Semarang, Letkol. Idrus yang menghampiri dan menyelamatkan aku.
Sekitar 30 tahun lalu, asrama polisi di Pati mengalami kebakaran. Bermula dari seorang anggota polisi yang cekcok dengan istrinya. Di antara mereka ada yang melempar lampu minyak. Api pun melalap bangunan asrama yang terbuat dari kayu tersebut. Beberapa polisi tahu kalau aku memotretnya dan mereka merasa tidak suka. Akhirnya, mereka mengejar dan akan menangkapku. Dengan cepat aku starter motor dan melarikan diri sementara di belakangku mengejar tiga motor polisi.
Pengejaran itu berjalan hingga menjelang masuk Kota Kudus, sekitar sejauh 17 km. Untung aku bisa meloloskan diri. Sekelumit petikan perjalanan hidupku di atas adalah terkait risiko dan tanggung jawab atas profesiku sebagai seorang jurnalis. Biarlah menjadi kenangan bagiku, hingga akhir hayat nanti. (Cerita ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)