Ditraktir Buku oeh Pak Menteri

Buku hadiah dari Mendagri yang diberikan mendadak di bandara Soekarno-Hatta.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Senin siang, 16 Mei 2016, saya ditelepon oleh Pak Acho, Kepala Bagian Humas Kementerian Dalam Negeri. Ia meminta saya ikut ke Bali hari itu juga. Katanya pak menteri akan menutup acara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Pak Menteri yang dimaksud adalah Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

"Waduh mendadak banget Pak, jam berapa berangkat?" tanya saya. Lewat sambungan telepon Pak Acho menjawab, " Paling lambat sudah sampai di bandara jam 17.30 Wib. Kita naik pesawat yang jam 18.20 Wib," kata Pak Acho. Untung saya belum terlalu jauh dari rumah. Jadi bisa langsung balik lagi ke rumah dan ambil pakaian. Tapi, karena terburu-buru akhirnya celana dalam cadangan saya lupa dibawa. Itu pun baru saya sadari ketika sudah tiba di Bali.

Sekitar pukul 14.30 Wib saya berangkat pakai motor dari Sawangan. Saya geber gas, agar cepat sampai ke Cipete, Jakarta Selatan. Di rumah mertua, motor akan saya titipkan. Sebelum ke rumah mertua, saya mampir sebentar di warung kopi gerobak punya Mang Maman yang juga ada di bilangan Cipete. Warung Mang Maman sering saya singgahi sekadar untuk menyeruput kopi. Di warung itu biasanya banyak nongkrong para sopir bajaj.

Tiba di warung, saya langsung minta Mul, seorang sopir bajaj yang saya kenal untuk mengantarkan saya ke tempat yang banyak taksinya. Rencananya saya akan pakai taksi pergi ke Bandara Soekarno-Hatta. Mul pun dengan bajajnya mengekor saya yang naik motor. Setelah motor saya taruh di rumah mertua, naik bajaj Mul saya pun meluncur ke daerah Darmawangsa.

Akhirnya dekat Apartemen Darmawangsa saya dapat taksi. Saya minta maaf ke Mul harus utang dulu ongkos bajajnya dan nanti sepulang dari Bali baru dibayar, karena uang yang ada di dompet seratus ribuan dan Mul tak ada kembalian. Jadi, saya berangkat membawa beban utang ongkos bajaj.

Sekitar pukul 16.00 lewat, saya sudah sampai di Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya turun di terminal 2F. Rencananya saya naik Garuda ke Bali. Setelah menelepon, akhirnya saya bertemu dengan Pak Acho dan Carlos, wartawan lain yang juga ikut diajak ke Bali. Keduanya sudah tiba lebih dulu. Sambil menunggu pak menteri datang, kami merokok di area yang boleh merokok. Pak Acho sempat ke dalam untuk check in tiket. Kemudian dia keluar lagi untuk bergabung merokok sembari menunggu pak menteri datang.