Ditraktir Buku oeh Pak Menteri
- U-Report
Tak lama pak menteri datang. Dia ternyata pergi dengan hanya ditemani satu ajudannya. Setelah bersalaman, kami pun masuk bersama-sama. Saat di pintu metal detector, pak menteri sempat diperiksa petugas. Tangannya merentang ke samping. Si petugas pun menempelkan alat pemindai. Lucu juga, menteri diperiksa sedangkan saat giliran saya justru saya tak diminta merentangkan tangan.
Si petugas langsung mempersilahkan saya mengambil tas. Kami berlima pun langsung bergegas ke terminal keberangkatan. Sebelum masuk ke ruang tunggu penumpang, pak menteri singgah sebentar ke toko buku yang ada di dalam bandara. Sementara saya dan yang lainnya menunggu di luar toko. Tidak berapa lama, pak menteri keluar. Di tangannya menenteng tiga buku dengan warna dan gambar cover yang sama. Bukunya tebal sekali.
Tiba-tiba ia membagikan tiga buku itu. Saya dapat satu, Pak Acho satu, dan satunya lagi diberikan kepada Carlos. Kata pak menteri untuk baca-baca saja. “Bukunya menarik dan bagus,” kata pak menteri.
Wah, senang rasanya dikasih hadiah buku, yang memberikannya menteri pula. Selama saya liputan belum pernah diberi hadiah buku, apalagi ini diberikannya mendadak. Sungguh sebuah kejutan.
"Terima kasih, Pak," serempak kami bertiga mengucapkan terima kasih. Setelah itu, kami pun segera bergegas ke ruang tunggu penumpang. Waktu boarding segera tiba. Menjelang pukul tujuh malam, pesawat Airbus Garuda yang kami tumpangi take off menuju Bali.
Di Bali, barulah saya membuka buku hadiah dari pak menteri. Bukunya berjudul "70th Histori RI Masa Depan." Ada foto hitam putih Bung Karno di cover buku, juga foto tentara Belanda. Isi buku, kumpulan foto, pamflet, dan selebaran zaman kemerdekaan. Terdapat juga foto-foto perangko pertama RI. (Tulisan ini dikirim oleh Langitrakeyan)