Persamaan Nasib Hewan Terlantar di Indonesia dan Kanada

Ilustrasi kucing rumah.
Sumber :
  • U-Report

Faktor itulah yang mendorong Kanada begitu pro steril. Mengangkat rahim betina dan meniadakan organ seksual pejantan. Kejam menurut Anda? Lebih kejam mana dengan membiarkan anjing dan kucing berkembang biak berlipat-lipat, lalu mati satu persatu dengan penderitaan luar biasa. Bangkai mereka akan tersebar di mana-mana.

Satu kucing bisa melahirkan lebih dari empat anak. Demikian pula dengan anjing. Lalu keturunan mereka pun beranak-pinak. Apakah tindakan steril kepada kucing atau anjing, misalnya, melawan takdir Tuhan? Kejamkah menghalangi makhluk hidup lain untuk merasakan kenikmatan dan memiliki buah hati tersayang?

Kalau kemudian populasi mereka jadi tak terkontrol, sulit mencari makan, penyakitan, lalu mati. Bisakah Anda tinggal diam? Saya sih tidak. Saya akan membantu sebisa saya dengan mengutamakan prinsip mencegah itu lebih baik. Saya punya beberapa ekor kucing yang sudah disteril. Saya berani bersaksi mereka tidak hidup menderita, malah lebih gemuk, sehat dan bahagia.

Mensteril hewan kesayangan semakin menegaskan rasa cinta kita kepada mereka. Tuhan kan maha segala-galanya, termasuk maha pengertian. Saya percaya, Dia memahami bahwa tindakan steril yang didorong rasa kasih sayang sangat bermanfaat. Pro steril berarti turut mengurangi populasi kucing-kucing kelaparan di luar sana, anjing-anjing yang diperlakukan dengan tidak beperikemanusiaan, dan menyetop bangkai-bangkai di jalanan. (Tulisan ini dikirim oleh Sylvia Masri, Jakarta)