Perjuangan Kakak Beradik di Desa Setui Aceh

Rahmat saat menerima bantuan sepeda baru.
Sumber :

Sang ibu setuju, salah satu anaknya tinggal di asrama. Sebagai permulaan, Rahmat lebih dulu tinggal di sana. Proses adaptasi bagi Rahmat tinggal tidak bersama orangtuanya baru sekali ini terjadi. Rahmat baru dua malam di asrama jatuh sakit. Setelah dibawa ke dokter untuk diperiksa dan membaik, Rahmat dipulangkan saja ke ibunya.

Kuatnya asa dalam mata mereka, tekad kuat merajut masa depan. Kegigihan mereka sekeluarga membangkitkan semangat Rumah Yatim bahu membahu mendukung mereka. Walau tak satu atap, kedua bersaudara ini berada di bawah asuhan Rumah Yatim berstatus non mukim.

Seragam sekolah yang robek tetap menempel di badan. Kaki-kaki tangguh mereka masih setia ditemani sepatu yang sudah menganga dadas di sana-sini. Mengintip jari-jari kecil mereka dari lubang kaos kaki yang mereka kenakan. Tak sabar rasanya Rumah Yatim menyambangi kembali mereka dengan banyak kejutan.

Semua kebutuhan sandang sekolah mereka sudah berganti dengan yang baru. Seragam mereka tak lagi usang, sepatu yang kokoh mengkilat, di dalamnya ada kaki tertutup kaos kaki bersih. Aksi yang dipelopori Rumah Yatim ini menggugah seorang donatur yang tak lain tetangga Bang Zul. 

Ia mengetahui Rahmat bersekolah dengan berjalan kaki. Semangat bersekolah menimbulkan keinginannya menghadiahi Rahmat sebuah sepeda baru. Sementara Bang Zul membantu Aziz dengan membiayai perbaikan sepedanya. Dukungan sandang resmi diserahkan belum lama ini, wajah mereka sangat gembira.

Mereka bersekolah dengan penampilan yang lebih baik dan percaya diri. Tak kalah pentingnya, gizi keluarga mereka yang harus tercukupi. Demi mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari, bahan sembako seperti beras, telur, gula, mi instan, disertakan uang santunan dan paket dari para donatur berhasil terhimpun.

Selanjutnya, Rumah Yatim kompak menyokong kebutuhan listrik keluarga mereka. Dan mengusahakan air bersih sampai benar-benar dapat digunakan tanpa kesulitan. Rencananya, Rumah Yatim akan mencari sumber air di sekitar rumah dan memasangnya. Dan membantu meringankan iuran rutin listrik dan airnya.

Keharuan menyelimuti keluarga yang selama ini tidak terlalu dipedulikan oleh tetangga sekitarnya. Seakan tak percaya, banyak perhatian mendatangi mereka. Tak dapat lagi menyembunyikan rasa syukur dari wajah-wajah yang selama ini bertahan dari banyak kesulitan.