Semangat Sodik untuk Keluar dari Keterbatasan
- sp2010.bps.go.id
Mengamati potensinya itu, Syahid memberikan kesempatan kepadanya untuk sering terlibat pada kegiatan asrama. Baik acara bersama donatur, lomba, atau tampil di panggung sekolah. Pribadinya yang supel dan akrab membuatnya mudah dikenal oleh para guru SMP Al Hasahiyah tempatnya menutut ilmu, dan teman-temannya.
Alhasil, berkat sifat percaya diri ini pula yang menunjangnya meraih prestasi cemerlang di sekolah. Ia meraih juara 2 di kelasnya, dan tidak pernah lepas dari urutan 5 besar. Sebagai seorang yang berprestasi, ia sendiri menganggapnya sebagai karunia Allah atas doa orang tuanya selama ini. Padahal, ia mengaku tidak terlalu berambisi harus jadi juara.
“Prestasi belajar di sekolah termasuk baik, namun secara rata-rata dalam setiap pelajaran tidak ada yang begitu menonjol. Kelihatannya semua pelajaran bisa dia ikuti. Begitu pula di asrama, hafalan Alqurannya termasuk baik dan semangat pula dijalaninya,” kata Syahid.
Yang tertanam dalam hatinya ialah membanggakan dan membahagiakan keluarga. Termasuk keluarga barunya di asrama serta orang-orang yang mendukungnya selama ini. Amanah orang tua telah terpatri,menjelma sebagai kunci suksesnya. Persembahan terbaik dari keluarga membuktikan ia dapat sukses dari apa yang dijalaninya dan tetap menjadi hamba Allah yang soleh.
Apa yang dibuktikan Sodik memberikan sebuah pemahaman baru tentang prestasi. Berangkat dari tekad untuk keluar dari lingkaran kesulitan dan keterbatasan. Ia meyakini Allah begitu dekat menuntunnya kepada cita-cita. Menurutnya, tak ada yang lebih bermakna dengan menjadi sebaik-baik manusia yang hidupnya bermanfaat bagi sesama dan lingkungannya. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)