Pelabuhan Sunda Kelapa, Dulu dan Kini

Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Sunda Kelapa
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Perhatian Belanda untuk mengembangkan pelabuhan pun jatuh kepada kawasan Tanjung Priok. Tanjung Priok kemudian berhasil berkembang menjadi pelabuhan terbesar se-Indonesia. Peran Pelabuhan Sunda Kelapa pun tergantikan dengan keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok ini.

Kini, Pelabuhan Sunda Kelapa tidak terlihat sesibuk saat masa jayanya. Pelabuhan ini sekarang hanya melayani jasa untuk kapal antar pulau di Indonesia. Namun mengingat memiliki nilai sejarah yang tinggi, kini pelabuhan ini dialihfungsikan menjadi situs sejarah. Bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang ada di sekitar wilayah pelabuhan kini dijadikan museum. Ada beberapa museum di sekitar pelabuhan, seperti Museum Bahari, Museum Fatahillah, Museum Wayang, dan lain sebagainya.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, walaupun Pelabuhan Tanjung Priok sudah dibangun, namun Pelabuhan Sunda Kelapa yang tadinya menjadi pasar ikan masih banyak dikunjungi berbagai macam pedagang dari dalam maupun luar negeri.

Mengingat Pelabuhan Sunda Kelapa aktivitasnya tinggi, maka pada 1977 kegiatan pendaratan ikan lewat jalur pelabuhan tersebut dinyatakan tertutup berdasarkan Kep. Gub. KDKI No. 268 Tahun 1977. Dimana kegiatan pendaratan ikan melalui Pelabuhan Sunda Kelapa dinyatakan ditutup. Namun untuk aktivitas bongkar muat dan pelelangan ikan tanpa jalur laut, diizinkan sampai sekarang dimana diberikan klasifikasi menjadi Pos Retribusi Ikan.

Pada saat ini, Pelabuhan Sunda Kelapa direncanakan menjadi kawasan wisata karena nilai sejarahnya yang tinggi. Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa adalah salah satu pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo II yang tidak disertifikasi International Ship and Port Security karena sifat pelayanan jasanya hanya untuk kapal antar pulau.

Saat ini, Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas daratan 760 hektar serta luas perairan kolam 16.470 hektar, yang terdiri atas dua pelabuhan utama dan pelabuhan Kalibaru. Pelabuhan utama memiliki panjang area 3.250 meter dan luas kolam lebih kurang 1.200 meter yang mampu menampung 70 perahu layar motor.

Pelabuhan Kalibaru panjangnya 750 meter lebih dengan luas daratan 343.399 meter persegi. Luas kolam 42.128,74 meter persegi, dan mampu menampung sekitar 65 kapal antar pulau dan memiliki lapangan penumpukan barang seluas 31.131 meter persegi.

Dari segi ekonomi, pelabuhan ini sangat strategis. Karena berdekatan dengan pusat-pusat perdagangan di Jakarta seperti Glodok, Pasar Pagi, Mangga Dua, dan lain-lainnya. Sebagai pelabuhan antar pulau, Sunda Kelapa ramai dikunjungi kapal-kapal berukuran 175 BRT.