Susenas Induknya Survei, Data Berkualitas untuk Indonesia Maju

Ilustrasi Proses Survei
Sumber :
  • vstory

VIVA – Selesai sudah proses pelatihan persiapan survei di Hotel Sajojo Mamasa. Kegiatan berjalan secara efektif 8 hari. Pelaksanaan dilakukan dengan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Peserta dibagi dua gelombang. Pelatihan ini hanya bagian kecil dari pelaksanaan pelatihan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. 

Para petugas survei akan mencacah sekitar 345.000 rumah tangga sampel di seluruh Indonesia. Baik yang tinggal di perdesaan maupun perkotaan. Sebelum mencacah sampel tersebut akan dilakukan pendaftaran rumah tangga (listing) di setiap blok sensus sampel sebagai frame. 

Survei Sosial Ekonomi Nasional atau disingkat Susenas adalah survei yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun. Susenas sering disebut induknya survei karena cakupan indikator yang dihasilkan sangat banyak.

Indikator itu mencakup  kesehatan, ketenagakerjaan, pendidikan, perumahan, dan perlindungan sosial. Yang sangat sering kita dengar adalah angka kemiskinan. 

Apa lagi yang diperoleh dari survei ini? Masih sangat banyak. Kesehatan misalnya, kita bisa mengetahui angka orang sakit, pengobatan, bantuan kesehatan yang diperoleh, dsb. 

Ketegakerjaan, kita bisa mengetahui angka pengangguran terbuka, pengangguran terdidik, pekerja formal dan informal, serta berbagai data lain sehubungan dengan ketenagakerjaan.

Dari data ini tentu pemerintah bisa mengevaluasi program terkait untuk menekan angka pengangguran. 

Pendidikan, kita bisa mengetahui angka partisipasi sekolah, angka harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, serta bisa mengetahui karakteristik rumah tangga dan masyarakat berdasarkan pendidikannya. 

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM dan pertumbuhan ekonomi yang sering kita dengar juga. Indikator ini sering menjadi bahan "jualan" para politikus di masa Pilkada. Baik dia sebagai petahana maupun para penantang untuk menunjukkan sampai di mana pembangunan yang telah dilakukan. 

Sebagaimana survei lainnya, ini juga tidak lepas dari kekurangan (eror), baik sampling error maupun nonsampling error. Oleh karena itu kita harus sama-sama mendukung kegiatan ini.

Pemerintah harus memberikan akses yang mudah kepada petugas melaksanakan tugasnya. Para responden yang menjadi sampel harus memberikan data sebenar-benarnya. Dan seterusnya, harus dilakukan dengan penuh amanah. 

Data untuk mengevaluasi pembangunan serta merencanakan pembangunan. Jadi jangan sampai salah dan mengabaikan SOP yang telah ditetapkan. Data berkualitas untuk Indonesia maju. 

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.