Dari Kanwil Kemenag Sultra untuk Indonesia

Ka Kanwil Kemenag Sultra H Zainal Mustamin, S.Ag.M.A Koleksi HUMAS Kanwil Kemenag Sultra
Sumber :
  • vstory

VIVA – Indonesia adalah negara multi agama dan juga multi etnis. Ada banyak potensi konflik yang bisa terjadi jika masyarakat memiliki pemahaman yang sempit dalam keagamaan dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara ini sudah kenyang menghadapi tragedi-tragedi kemanusian akibat ketidakmampuan masyarakat menyerap serta menerapkan konsep kerukunan beragama dan kebhinekaan dalam kerangka NKRI. 

Untuk itu dibutuhkan berbagai macam upaya yang masif untuk terus mengkampayekan kehidupan berbangsa yang utuh, dinamis, bertoleransi tanpa mengedepankan sentimen suku dan agama. Salah satu program prioritas Kemenag RI  adalah penguatan moderasi beragama. Program ini dimaksudkan untuk membendung, mencegah dan menangkal paham radikalisme serta terorisme yang tujuan jangka panjangnya adalah untuk merubah sikap, orientasi , keyakinan  dan tindakan yang ekstrem dalam beragama, baik itu menyangkut ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. 

Sebagai wakil kemenag pusat di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Sultra memilki program - program unggulan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam upaya peningkatan pemahaman moderasi beragama.

Di Bawah kepemimpinan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov Sultra H. Zainal Mustamin, S.Ag. MA, banyak program dilaksanakan secara berkesinambungan diantaranya, melalui Program Kemenag Sultra bersahabat yang secara akronim yaitu  Bersih, Religius, Santun, Harmonis, Berbasis Teknologi dengan tagar 3B yang mengacu kepada terminologi Bersama, Bersatu, Bersaudara di antaranya dengan dibentuknya Graha moderasi yang diinisisasi oleh Ka Kanwil yang diresmikan oleh Gubernur Sultra Ali Mazi bersamaan dengan puncak peringatan Hari amal bakti Kemenag Yang ke-76 tanggal 3 Januari 2022 yang lalu.

Graha moderasi tersebut, menjadi jembatan serta  sarana silaturahmi dan komunikasi antara para pejabat publik pusat maupun daerah, akademisi, tokoh  organisasi kemasyarakatan, pendidik, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua kompenen masyarakat yang sekiranya bisa memberikan pencerahan, ide, serta penjelasan secara gamblang pandangan mereka tentang moderasi beragama serta bagaimana penerapannya dalam bidang masing-masing yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan latar belakang para tokoh yang berbeda-beda ini, keberagaman upaya penerapan moderasi beragama semakin berkembang.

Berbagai kegiatan digelar untuk memajukan moderasi beragama di Sulra dalam bentuk kegiatan-kegiaan yang merangkul seluruh lapisan masyarakat di 17 kabupaen/kota se Sultra. Workshop, pelatihan, seminar digelar secara berkala dan berkesinambungan. Kunjungan ke rumah-rumah ibadah dan komunitas umat beragama juga rutin diadakan. Bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan menjadi salah satu  program andalan dari Kanwil kemenag Sultra. Kegiatan lintas tokoh agama pun mendapat perhatian serius dari nakhoda Kanwil Kemenag Sultra ini. .

Sebagai wakil Kementerian agama di Sultra, Kanwil Kemenag Sultra selalu menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah provinsi untuk bersinergi membangun kehidupan beragama dan melaksanakan program-program pemerintah. Tagline 3 B, Bersama, Bersatu, Bersaudara yang menjadi acuan dalam program-program Kemenag Sultra, sudah semakin familiar dengan masyarakat Sultra dan bahkan nasional. Antusiasme masyarakat yang sangat besar selalu terlihat dalam kegiatan–kegiatan yang dilaksanakan oleh Kanwil kemenag Sultra.

Sebut saja pawai dalam rangka MTQ Sultra diikuti oleh sepuluh ribu orang dari berbagai Ormas se Sultra yang berlangsung bulan Agustus 2022 lalu, yang teranyar adalah Kirab Rukun Bersahabat yang diselenggarakan tanggal 15 Desember 2022 ini dalam rangka pembukaan lomba memperingati Hari Amal bakti Kemenag RI yang ke-77 diikuti oleh puluhan ribu orang.

Dalam hal toleransi dan moderasi beragama, individu yang menjadi pelopor moderasi mendapat apresiasi dari Ka Kanwil Kemenag Sultra seperti yang diberikan kepada Alexander Tanjaya yang merupakan seorang pengusaha sekaligus Tokoh Agama Buddha adalah sosok nyata Pelopor Moderasi Beragama di Sulawesi Tenggara, yang mendedikasikan dirinya membangun Masjid di Desa Ambaipua Kec. Ranomeeto Kab. Konawe Selatan. Masih banyak penghargaan yang diberikan kepada tokoh–tokoh pelopor moderasi beragama di Sultra.

Di bawah kepemimpinan Ka Kanwil Kemenag Sultra H Zainal Mustamin, S.Ag, MA. Kanwil Kemenag Sultra akan terus melaksanakan program-program Kementerian Agama  dengan  membangun kehidupan beragama dan juga manjalankan program-program pemerintah di segala bidang dengan baik yang didukung oleh segenap lapisan masyarakat Sultra untuk Indonesia yang lebih maju.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.