Bangunan Teknis DKI Harusnya Didesain Tahan Gempa
- Antaranews
Salah satunya yang sudah banyak diadopsi di Provinsi Sumatra Barat dan Aceh, adalah Konstruksi Sarang Laba-Laba yang patennya dipegang PT Katama. Bahkan, konstruksi karya anak bangsa ini sudah dikembangkan untuk penggunaan lapangan udara.
Meski demikian, menurut Iwan, apapun konstruksi yang akan dipilih untuk daerah gempa, penting untuk melakukan perkuatan tanah sebelumnya, kemudian yang juga harus diperhatikan adalah perkuatan pada struktur di atasnya.
Iwan mengakui, investasi awal untuk bangunan tahan gempa memang sedikit lebih mahal, dibandingkan bangunan konvensional, tetapi juga harus dilihat pemeliharaan jangka panjang. Kalau semua itu diperhitungkan, konstruksi tahan gempa justru lebih murah.
Sedangkan ahli gempa yang juga Ketua Harian Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)-RI, Sarwidi berharap, masyarakat yang tinggal di daerah gempa, agar lebih mengenal fenomena alam ini yang memang lebih sulit diprediksi daripada bencana banjir, longsor, maupun angin kencang.
Sarwidi mengatakan, banyak masyarakat yang mendisain bangunannya seperti di Eropa, berdinding tebal dan atap genteng. Padahal, di Eropa jarang terjadi gempa. Seharusnya, bagi masyarakat yang tinggal di daerah gempa memilih bahan bangunan yang ringan baik untuk dinding mapun atap.
Sarwidi mengakui, konstruksi sarang laba-laba memang didisain untuk bangunan tahan gempa, namun peruntukannya pada bangunan bertingkat, sedangkan untuk rumah tinggal biasa cukup dilakukan perkuatan-perkuatan agar lebih tahan gempa.
"Jadi, ada beberapa pilihan bagi bangunan di daerah gempa, pertama dilakukan perkuatan apabila bangunan sudah terlanjur berdiri. Kemudian, untuk bangunan baru dapat mengadopsi teknologi yang sudah ada. Kami ada beberapa teknologi tahan gempa dan sudah teruji untuk bangunan rumah tinggal," kata Sarwidi.
Salah satunya adalah Barrataga, atau dikenal sebagai Sistem Rumah Tahan Gempa yang dikembangkan saat gempa melanda Yogyakarta di waktu lalu. Menurut dia, disainnya sudah teruji sangat cocok diterapkan di rumah-rumah penduduk di daerah gempa.
Sarwidi mengatakan, pentingnya bagi pemerintah daerah yang berlokasi di daerah gempa aktif untuk melakukan penegakan hukum terhadap bangunan, terutama untuk bangunan-bangunan baru agar tetap aman saat terjadi gempa.