Cegah Listrik Naik, PLN Minta Harga Batu Bara Diatur

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA – PT Perusahaan Listrik Negara mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar harga batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dapat diatur.

img_title Kata Bahlil soal Diskon Tarif Listrik 50 Persen di Bulan Juni-Juli 2025

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengatakan, hal itu diperlukan agar wacana kenaikan tarif listrik yang menghangat beberapa waktu terakhir, tidak sampai terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau batu bara ini harganya bisa diatur pemerintah dengan baik, harga (tarif listrik) tidak perlu naik," ujar Sofyan usai bertemu Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018.

img_title Diskon 50 Persen Berakhir, Cek Rincian Tarif Listrik Bulan April 2025 di Sini!

Menurut Sofyan, permintaan itu diajukan mengingat harga batu bara produksi dalam negeri saat ini mengalami kenaikan hampir 50 persen dari US$60 per metrik ton, menjadi mendekati US$100 per metrik ton.

Ketiadaan intervensi pemerintah terhadap harga komoditas sumber daya alam itu membuat PLN terpaksa mengalokasikan keuntungan perusahaan triliunan rupiah khusus untuk memastikan ketersediaan suplai batu bara.

img_title Netizen Keluhkan Tagihan Listrik Melonjak usai Diskon 50 Persen: Padahal Pemakaian Tetap Sama

"Harapan kami bulan ini (harga batu bara) bisa turun, sehingga tarif (listrik) tidak akan naik, karena kami sudah tahan selama enam bulan ini, karena (kondisi) ini mengambil keuntungan PLN," ujar Sofyan.

Batu bara menyumbang 55 persen dari dari sumber energi yang digunakan PLN untuk membangkitkan energi listrik. Pada 2016, PLN membelanjakan Rp109 triliun untuk memenuhi kebutuhan batu bara mereka.

Gedung Kementerian ESDM

Respons ESDM soal Diskon Tarif Listrik Juni-Juli Batal

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait pembatalan kebijakan diskon tarif listrik.

img_title
VIVA.co.id
4 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut