Skandal Bocor Data, Facebook Indonesia Tutup Mulut

Acara Facebook Indonesia.
Sumber :
  • Dok. Facebook Indonesia

VIVA – Facebook Indonesia belum mau berkomentar tentang skandal penyalahgunaan data pengguna yang menjadi perhatian dunia.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Dihubungi terkait hal tersebut, Facebook masih tutup mulut. Facebook meminta VIVA untuk mengecek kembali apa yang disampaikan oleh Mark Zuckerberg soal kasus tersebut.. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena, tidak ada informasi baru atau informasi lain, yang bisa kami berikan saat ini," ujar Communication Lead Facebook Indonesia, Putri Dewanti kepada VIVA, Senin 2 April 2018. 

img_title Instagram hingga WhatsApp Kini Bisa Premium, Apa Bedanya?

Segendang sepenarian, Kementerian Komunikasi dan Informatika belum memberikan perkembangan tentang suratnya ke Facebook.

Sebelumnya Kominfo mengirimkan surat kepada Facebook untuk menanyakan dan mengecek, apakah terdapat data pengguna warga Indonesia yang masuk dalam 50 juta data pelanggan Facebook yang bocor. 

img_title Hari Ini! Akun FB dan Instagram Anak Usia di Bawah 16 Tahun Mulai Dihapus

Kepada VIVA, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan juga belum mengetahui apakah Facebook sudah membalas surat dari kementerian tersebut. 

Seperti diketahui, Facebook tersangkut skandal penyalahgunaan data dengan perusahaan data analisis asal Inggris, Cambridge Analytica. Sekitar 50 juta data pengguna media sosial itu digunakan untuk kepentingan Pemilu Amerika Serikat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah masalah itu mencuat, pemerintah beberapa negara mencoba meminta klarifikasi dari Facebook, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, tempat asal media sosial itu dan Cambridge Analytica.

Facebook selain harus menghadapi panggilan dari pemerintah beberapa negara, juga harus menelan tudingan negatif dari para pengguna media internet. Warganet di Twitter ramai mengampanyekan #DeleteFacebook sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap media sosial milik Mark Zuckerberg itu.

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.

Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Meta menyepakati janji dengan pemerintah negara bagian AS untuk memberlakukan jam malam dan batasan waktu otomatis pada akun remaja di Instagram dan Facebook.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut