Langkah Pemerintah Genjot Pembangunan Rumah Murah

Foto udara perumahan bersubsidi di Bogor, Jawa Barat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat hingga saat ini masih berupaya mengatasi ketimpangan jumlah pasokan dan permintaan di sektor perumahan.  Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

img_title Wamen PKP Fahri Hamzah Soroti Tanah Jadi Biang Kerok Harga Rumah Mahal

Karenanya, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko D. Heripoerwanto mengungkapkan, ada empat macam solusi yang disiapkan untuk meminimalisir gap ketimpangan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Solusinya antara lain adalah penyediaan stok tanah untuk perumahan, pengurangan biaya konstruksi, pengurangan beban pembiayaan, dan menawarkan beragam inovasi," kata Eko di kantornya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 14 Agustus 2019.

img_title BRI Info Lelang Beri 6 Rekomendasi Rumah Murah di Jabodetabek

Di sisi lain, Kementerian PUPR juga menargetkan pembangunan 3,9 juta unit rumah dengan anggaran mencapai Rp780 triliun, yang telah dicanangkan ke dalam Visium Tahun 2030 mendatang. Tujuannya tak lain adalah untuk mewujudkan perumahan yang layak dan terjangkau, bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR di Indonesia.

Di mana, dari target pendanaan itu porsi pembiayaan perumahannya terbagi menjadi 20-30 persen dari APBN/APBD, dan sisanya yakni 70-80 persen dari pihak swasta atau masyarakat.

img_title Siap-siap Tarif Tol Dalam Kota Resmi Naik Besok, Ini Rinciannya

"Sehingga diperlukan beragam skema pembiayaan, salah satunya melalui pengembangan skema pembiayaan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, untuk KPBU yang telah dilaksanakan dalam proyek infrastruktur, hingga saat ini telah didukung dengan sejumlah skema misalnya seperti Viability Gap Fund (VGF), Fasilitas Pengembangan Proyek (PDF), serta Pembayaran Ketersediaan (AP). Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk membantu proses pembebasan lahan. 

Sementara untuk memberikan jaminan finansial pada proyek KPBU, pemerintah telah mendirikan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan PT Sarana Multigriya Infrastruktur (PT SMI). Perusahaan itu yang mendukung pendanaan proyek-proyek KPBU dari tahap persiapan proyek hingga tahap financial close.

Perang Ukraina vs Rusia.

Warisan Uni Soviet Jadi Titik Lemah Ukraina di Musim Dingin

Kota-kota di seluruh Uni Soviet, termasuk Ukraina, jadi fokus program pembangunan besar-besaran yang diluncurkan pada 1950-an untuk memproduksi rumah murah secara massal.

img_title
VIVA.co.id
26 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut