Pemerintah Siap Genjot Penerimaan Pajak E-Commerce Tahun Depan

Ilustrasi e-commerce.
Sumber :
  • Entrepreneur

VIVA – Presiden Joko Widodo menegaskan, dengan menargetkan pendapatan negara hingga Rp2.221,5 triliun pada 2020 mendatang, maka sejumlah optimalisasi penerimaan negara akan digenjot seoptimal mungkin.

img_title Menteri Maman: Implementasi Diskon 50 Persen Biaya E-Commerce Bagi UMK Tunggu Jadwal Integrasi

Hal itu, menurutnya, akan mencakup optimalisasi penerimaan baik dari sisi perpajakan, maupun reformasi pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemerintah melanjutkan reformasi perpajakan berupa perbaikan administrasi, peningkatan kepatuhan, serta penguatan basis data dan sistem informasi perpajakan," kata Jokowi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 16 Agustus 2019.

img_title Ekspansi ke Thailand, AHA Commerce Bawa Model Pengelolaan E-Commerce RI ke Pasar Asia Tenggara

Tak ketinggalan, Jokowi juga menekankan rencana pemerintah untuk lebih mengoptimalkan aspek pengenaan pajak, bagi para pelaku di sektor bisnis digital atau e-commerce.

"Pemerintah juga akan menempuh kebijakan penyetaraan level playing field, bagi pelaku usaha konvensional maupun e-commerce, guna mengoptimalkan penerimaan perpajakan di era digital," ujar Jokowi.

img_title Penerapan Pajak E-Commerce Berpeluang Kembali Ditunda, Purbaya Ungkap Alasannya

Meski demikian, Jokowi mengaku akan memberikan insentif perpajakan guna mendukung peningkatan daya saing dan investasi. Pemberian insentif itu akan dilakukan melalui beberapa instrumen, seperti misalnya perluasan tax holiday, perubahan tax allowance, insentif investment allowance, dan insentif super deduction untuk pengembangan kegiatan vokasi dan litbang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, untuk industri padat karya, Jokowi memastikan bahwa mereka juga akan memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk dan subsidi pajak. 

"Reformasi PNBP ini dilakukan melalui penguatan regulasi dan penyempurnaan tata kelola, dengan tetap menjaga kualitas pelayanan publik," ujarnya. (asp)

Menteri Perdagangan, Budi Santoso

E-Commerce Harus Utamakan Produk Lokal, Mendag Dorong Transparansi dari Platform hingga Konsumen

Mendag Budi mengatakan, aturan perdagangan elektronik (e-commerce) harus mengutamakan produk lokal di etalase marketplace, hingga transparansi antara pedagang & konsumen.

img_title
VIVA.co.id
21 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut