Ewindo Hadirkan Lagi Panah Merah Innovation Award 2019

Ewindo kembali hadirkan Panah Merah Innovation Award 2019
Sumber :
  • Istimewa

Sedangkan Kepala Pusat Litbang Upaya Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Dodi Iswardi mengatakan, sangat menghargai apa yang dilakukan Ewindo, yang menghadirkan berbagai disiplin ilmu untuk mencapai SDGs 2030.

img_title Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala Industri dengan Spanyol

Program ini, jelas Dodi, patut mendapat apresiasi, karena sejalan dengan program mencapai SDGs yang tidak hanya tanggung jawab dari pemerintah saja, tetapi juga dari badan usaha dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Meskipun karya-karya mahasiswa ini masih perlu dilakukan pendalaman, agar sampai kepada penerapan sebagai contoh untuk pencegahan stunting (kerdil) erat kaitannya dengan pola asuh, karena ini faktor yang paling rawan di daerah-daerah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi,” jelas Dodi.

img_title Kementan Persiapkan Semaian Benih Cabai dan Bawang untuk Amankan Pasokan Idul Fitri 2023

Sedangkan panelis lainnya  Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian Badan Perencanaan Nasional/ Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali melihat, paparan ilmiah yang disajikan memilikii kualitas yang baik bahkan dapat ditindaklanjuti untuk mengatasi persoalan gizi di masyarakat. "Saya kira, karya-karya inovasi mereka siap untuk diaplikasikan, tinggal di dorong saja," ujar dia.

Penampilan sebagian peserta menarik tidak monoton beberapa merupakan inovasi yang memang tidak dipikirkan seperti soal manfaat tanaman kecipir untuk mengatasi persoalan gizi menggantikan kedelai, jelas dia.

img_title Kampung Buah Binaan Kementerian Pertanian Capai 1.800

Sementara itu, dari kalangan peserta seperti Ikhwanuddin dari Universitas Sumatera Utara, Prodi Fisika dengan karya untuk memeninimalisasi penggunaan pestisida di kalangan petani, serta Belinda Azzahra dari Universitas Indonesia Prodi Akuntansi dengan karya asuransi mikro bagi petani kecil, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti ajang ini hingga masuk tahap final.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya memang telah mempersiapkan makalah ini sejak lama, ternyata ada ajang PMIA 2019 dari media sosial. Setelah disodorkan, ternyata mendapat sambutan positif," ujar Belinda yang karyanya masuk peringkat dua.

Sedangkan untuk peringkat pertama, dimenangkan dari Universitas Brawijaya, yang mengembangkan pemanfaatan lalat hitam untuk mengolah limbah organik, serta pemanfaatan limbah organik dan non organik untuk bahan bakar dari Institut Teknologi Bandung.

BRI Dorong Ekosistem Hortikultura Indonesia ke Pasar Global

BRI Perkuat Ekonomi Hijau Lewat FLOII Expo 2025, Dorong Tanaman Hias Indonesia Go Global

BRI menunjukkan komitmen terhadap ekonomi hijau melalui partisipasinya di FLOII Expo 2025. Ajang ini menjadi wadah bagi pelaku hortikultura Indonesia untuk menembus pasar

img_title
VIVA.co.id
2 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut