Logo ABC

Layanan Bikin Paspor RI Dikeluhkan, Begini Respons Konjen di Melbourne

Dalam surat terbukanya, penulis protes tentang jangka waktu menunggu dari proses pendaftaran ke pembuatan paspor yang menurutnya terlalu lama.
Dalam surat terbukanya, penulis protes tentang jangka waktu menunggu dari proses pendaftaran ke pembuatan paspor yang menurutnya terlalu lama.
Sumber :
  • abc

Ini karena sejak Januari 2018, KJRI Melbourne memberlakukan Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM) di mana pemegang paspor harus datang untuk merekam biometrik atau analisa fisik untuk autentifikasi.

Spica mengatakan bahwa jumlah permintaan warga pemegang paspor Indonesia di Victoria sebanyak 17 ribu orang belum diimbangi dengan jumlah staf dan alat yang tersedia.

"Karena ada keterbatasan staf dan alat untuk rekam biometrik, pelayanan kami juga terbatas," kata Spica.

"Karena itu kami minta untuk mendaftar secara daring supaya bisa ditentukan tanggal dan kapan bisa datang untuk rekam biometrik."

Walau demikian, pelayanan paspor melalui proses biometrik yang diberikan kepada warga Indonesia selama ini sudah mengalami peningkatan.

"Dari tahun lalu sampai sekarang sudah ada peningkatan. Awalnya kita melayani 10 orang per hari, sekarang sudah lebih dari 20 orang per hari." katanya lagi.

Surat Terbuka Isi surat yang dikirim warga Indonesia di Melbourne yang dimuat di law-justice.co.

Foto: ABC Indonesia

Menanggapi respon yang lambat