Anindya Bakrie Berbagi Kunci Menjawab Tantangan Dunia Digital

CEO PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), Anindya Novyan Bakrie (kiri)
Sumber :
  • VIVAnews/Syaefullah

VIVA – Chief Executive Officer (CEO) PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), Anindya Novyan Bakrie mengatakan, tantangan industri media pada era disrupsi digital adalah harus memiliki sekaligus menunjukkan keunikan tersendiri.

img_title Era Transaksi Digital Tanpa Tunai Kian Meluas

"Kita tahu minat dari penonton sudah berubah, mereka ingin konten di mana saja, kapan saja dengan cara apa saja dan juga dari sisi pemasok konten pun sudah berubah. Bahkan penonton pun menjadi pemasok konten," kata Anindya Bakrie di acara “The Evalution Media Creation” di JCC Jakarta pada Minggu, 6 Oktober 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, menurut Anindya, tantangan bagi grup VIVA tak lain adalah bagaimana membuat konten yang original, yang menjadikan perusahaan media tersebut bisa lebih maju dari waktu ke waktu.  

img_title Teknologi AI Makin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari, Pekerjaan Apa Saja yang Bisa Dibantu?

"Kita di VIVA ini akan menjual mimpi, harapan supaya bisa menjadi champions dan heroes. Contoh kita buat suatu program namanya One Pride," ujarnya.

"Lalu, One Prix bisa kita menjadikan balap motor yang enggak kalah dengan Michael Doohan zaman dulu atau Valentino Rossi. Lalu, juga Bumi Langit dengan adanya Gundala yang sangat sukses, Godam dan lain lain," kata Anindya.

img_title Danantara Siap Umumkan Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Oleh karena itu, menurut Anindya, yang juga tak bisa diabaikan adalah perlunya kehadiran human capacity di Indonesia. Dengan demikian, maka akan selalu ada ide yang perlu diikuti dengan model bisnis yang tepat.  

"Karena pasarnya ada, yang beli ada, tapi yang membuat itu tidak segampang seperti kita berharap," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anindya juga membeberkan kunci agar sukses dalam persaingan bisnis media.

"Kolaborasi perusahaan-perusahaan kecil antara pemain media dan juga pemasok konten. Itu lah yang menjadi kunci untuk menyiasati supaya kita bisa bersaing," ujarnya.

Ilustrasi game online.

Penjualan Game Fisik Alami Penurunan, Terancam Berakhir di Tahun 2028!

Penjualan game fisik PlayStation tertekan oleh dominasi digital. Sony berencana menghentikan produksi cakram game baru pada Januari 2028. Apa dampaknya bagi gamer.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut