Waspada Risiko Digital dalam Trading, Ini 7 Ancaman yang Bisa Bikin Modal Hilang

Ilustrasi Risiko Investasi
Sumber :
  • unsplash.com/@austindistel

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi membuat trading semakin mudah dilakukan melalui ponsel. Masyarakat dapat memantau harga, membaca grafik, hingga melakukan transaksi melalui platform digital. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko yang perlu dipahami, mulai dari penipuan investasi hingga pencurian data pribadi.

img_title Penjualan Game Fisik Alami Penurunan, Terancam Berakhir di Tahun 2028!

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap aktivitas keuangan ilegal. Pada Juni 2026, Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengumumkan penghentian 228 pedagang aset keuangan digital ilegal yang beroperasi sepanjang Januari hingga Mei 2026. Temuan ini menunjukkan pentingnya memeriksa legalitas layanan sebelum bertransaksi. Sumber resmi OJK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, apa saja risiko digital dalam trading yang perlu diwaspadai? Berikut VIVA telah merangkum Senin (19/10/2026).

img_title Era Transaksi Digital Tanpa Tunai Kian Meluas

1. Penipuan Berkedok Keuntungan Pasti

Salah satu ancaman terbesar adalah tawaran trading yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko. Pelaku biasanya menggunakan testimoni, tangkapan layar keuntungan, atau gaya hidup mewah untuk menarik calon korban.

img_title Teknologi AI Makin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari, Pekerjaan Apa Saja yang Bisa Dibantu?

Padahal, setiap aktivitas trading memiliki risiko kerugian. Jangan mudah percaya pada pihak yang menjanjikan profit tetap, terutama jika meminta setoran dana tanpa penjelasan mengenai mekanisme transaksi dan legalitas perusahaan.

2. Pencurian Data melalui Phishing

Phishing merupakan modus penipuan yang bertujuan memperoleh informasi sensitif melalui tautan, situs, atau pesan palsu. Pelaku dapat menyamar sebagai layanan pelanggan platform trading untuk meminta kata sandi dan kode OTP.

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat melalui Investor.gov mengingatkan investor agar melindungi informasi keuangan dan berhati-hati terhadap upaya pencurian identitas. Informasi lengkap tersedia melalui panduan keamanan akun investasi.

3. Akun Trading Dibobol

Akun yang tidak dilindungi dengan baik berisiko diakses pihak lain. Penggunaan kata sandi yang mudah ditebak, perangkat bersama, atau jaringan internet yang tidak aman dapat meningkatkan risiko keamanan.

Gunakan kata sandi unik, aktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia, dan jangan pernah membagikan kode verifikasi kepada orang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Kerugian akibat Volatilitas Pasar

Risiko trading bukan hanya berasal dari penipuan. Perubahan harga yang cepat juga dapat menyebabkan modal berkurang, terutama ketika trader mengambil keputusan tanpa analisis yang memadai.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut