Baru Pertama Kali Mau KPR? Pekerja, Pegang Teguh Rumus ini!
- U-Report
Berdasarkan rumus di atas, maka alokasi penghasilan Andi sebagai berikut.
Total penghasilan Andi menjadi: Rp6 juta + Rp1 juta = Rp7 juta/bulan dengan perhitungan alokasi pendapatan sebagai berikut.
1. Rasio 40/100 = 40% x Rp7 juta = Rp2,8 juta
2. Rasio 30/100 = 30% x Rp7 juta = Rp2,1 juta
3. Rasio 20/100 = 20% x Rp7 juta = Rp1,4 juta
4. Rasio 10/100Â = 10% x Rp7 juta = Rp700 ribu
Mengapa Rumah Begitu Penting?
Selain memenuhi kebutuhan papan, rumah dapat dijadikan sebagai investasi jangka panjang yang menguntungkan. Harga properti, berupa  rumah, apartemen, ruko dan tanah semakin melonjak di tengah-tengah meningkatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Momen ini harus dimanfaatkan untuk berinvestasi sebanyak-banyaknya sebelum harga rumah melonjak drastis dalam beberapa tahun ke depan. Jika cicilan rumah sudah lunas, Anda bisa membeli apartemen atau rumah baru lagi untuk menambah aset.
Rumah atau apartemen ini bisa disewakan kepada  para perantau dengan harga yang terjangkau. Pendapatan sewa dapat ditabung atau digunakan kembali untuk membayar cicilan rumah atau apartemen baru, sehingga cicilan rumah tidak mengganggu keuangan pribadi.
Bagi yang memiliki gaji dibawah Rp5 juta per bulan, Anda bisa mengikuti KPR pemerintah dengan cicilan yang lebih rendah dibandingkan developer. Tidak hanya itu, jangka waktu pembayaran juga lebih lama yakni 15-20 tahun, bahkan ada yang sudah menawarkan hingga 25 tahun.
Cek Arus Pengeluaran secara Rutin
Apabila kondisi keuangan sedang tidak stabil, sebaiknya tunda keinginan membeli rumah baru. Jika menuruti keinginan, yang ada keuangan menjadi semakin terpuruk. Lebih baik cek arus pengeluaran secara rutin untuk mengetahui pos-pos keuangan secara detail.
Kurangi persentase pos-pos pengeluaran jika jumlahnya dirasa berlebihan. Untuk pos pengeluaran seperti tabungan dan investasi sebaiknya jangan diutak-atik, apalagi kalau dialihkan untuk membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan.