Empat Poin Pengaruhi Optimisme Pasar di Pengujung Tahun
- VIVA/Muhamad Solihin
VIVA – Pasar finansial global bergerak sangat fluktuatif pada 2019. Kondisi itu dipengaruhi oleh banyaknya sentimen negatif yang memengaruhi pasar.Â
"Sebagai contoh kita lihat adanya kekhawatiran mengenai resesi global dan juga eskalasi konflik dagang antara Amerika Serikat dengan China, terus membayangi kinerja pasar tahun ini," kata Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Dimas Ardhinugraha, dalam keterangan tertulis, Kamis 21 November 2019.Â
Namun, memasuki pengujung 2019, menurut Dimas, terlihat adanya perkembangan yang lebih positif dari sentimen pasar.Â
Poin pertama yang mendukung optimisme pasar adalah berkurangnya kekhawatiran terhadap resesi ekonomi global.Â
Menurut dia, saat ini pasar menjadi lebih optimistis bahwa ekonomi global tidak memasuki zona resesi. Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi 2019 akan turun ke level 3 persen, dibandingkan 2018 yang berada di level 3,6 persen.Â
Sementara itu, untuk 2020, IMF memperkirakan ekonomi global akan membaik ke level 3,4 persen, didukung oleh penurunan suku bunga bank sentral secara global.Â
Poin kedua yang mendukung optimisme pasar adalah perkembangan positif negosiasi dagang antara AS dan China. "Kalau kita lihat, akhir-akhir ini kedua negara mulai menunjukkan sikap yang lebih akomodatif akan terjadinya kesepakatan dagang," tuturnya.Â
Baik AS maupun China mengindikasikan kalau kesepakatan dagang fase pertama dapat saja terjadi pada akhir tahun ini. Situasi tersebut merupakan hal positif bagi sentimen pasar secara global.Â
Bila dilihat, dia melanjutkan, kedua negara membutuhkan kesepakatan dagang ini. Karena, AS maupun China sudah merasakan dampak negatif dari perang dagang yang terjadi.Â
"Di mana kita lihat pertumbuhan ekonomi kedua negara cukup melemah di tahun 2019," kata dia.Â
Terlebih lagi, saat ini sudah memasuki periode pemilu untuk tahun 2020 di AS. Kondisi ini dapat memberikan suatu tekanan politik bagi Presiden Donald Trump untuk segera menyelesaikan masalah perang dagang ini.
Poin ketiga yang menjadi optimisme pasar adalah saat ini masyarakat memasuki era suku bunga rendah. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global, beberapa bank sentral dunia sudah menurunkan tingkat suku bunga.Â
Baru-baru ini, The Fed mengumumkan suku bunga di AS akan dijaga pada level rendah, dan belum ada rencana untuk dinaikkan, kecuali jika inflasi di negeri Paman Sam meningkat.Â