Temui Asosiasi Pertekstilan, Jokowi Bahas Kawasan Khusus Tekstil

Presiden Jokowi.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA – Presiden Joko Widodo, menerima para pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintetis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 21 November 2019.

img_title Prabowo Sampaikan Ucapan Spesial untuk Ulang Tahun ke-65 Jokowi, Diunggah Langsung Lewat Instagram

Presiden mengatakan, pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan pada September 2019. Jokowi ingin mengkonkretkan pembahasan sebelumnya. Mengingat, saat ini kabinet Indonesia Maju 2019-2024 sudah terbentuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang pertama, kata Jokowi, mengenai kuantitas ekspor. Diharapkan, ke depan semakin banyak ekspor tekstil Indonesia ke negara-negara yang menjadi pasar selama ini.

img_title Menkeu Purbaya Diminta Bahas Penyelamatan Industri Tekstil

Jokowi juga mengungkapkan pembangunan industri pertekstilan yang direncanakan dibangun dalam satu kawasan.

"Mengenai investasi yang dulu dibicarakan, karena kita sudah mulai siapkan satu, sebuah kawasan, atau yang dulu ingin dibangun adalah apparel park, atau sebuah kawasan untuk dari mulai bahan baku sampai nanti industri, semuanya berada di satu tempat," kata Presiden Jokowi, dalam sambutannya.

img_title Industri Tekstil RI Sekarat, Pengusaha Berjuang Keras Jaga Pabrik Tetap Hidup

Menurut dia, dua hal ini sangat penting untuk segera ditindaklanjuti. Agar industri ini ke depan semakin baik dan ekspor benar-benar bisa ditingkatkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jokowi juga meminta, persaingan di kawasan berikat untuk dilihat kembali. Agar tekstil dalam negeri bisa bersaing.

"Nanti Bu Menkeu berkaitan pusat logistik berikat, di mana ternyata di situ banyak masuk barang-barang yang diproduksi oleh industri tekstil kita," katanya.

Ilustrasi buruh garmen

Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Kemenperin menjelaskan dugaan ancaman PHK sekitar 1.500 pekerja garmen di Jawa Tengah dipicu karena turunnya pesanan ekspor, bukan akibat banjir produk impor.

img_title
VIVA.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut