Genjot Kinerja, Bisnis Logistik Kibif Go Digital

Kegiatan produksi Kibif.
Sumber :
  • Dokumentasi Kibif.

VIVA – PT Estika Tata Tiara Tbk atau Kibif mengembangkan sayap bisnisnya ke sektor logistik dengan layanan berbasis digital. Upaya itu dilakukan untuk bisa lebih memasarkan daging sapi dan produk-produk olahan guna memenuhi  permintaan konsumen yang terus meningkat.

img_title Semester I-2026, Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen

Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Kibif di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, hari ini mengatakan, BEEF Logistic Go Digital akan melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengembangan kapasitas usahanya secara modern. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pesatnya dinamika perkembangan e-Commerce pada  era digital saat ini, tentu  saja harus didukung ekosistem yang lebih baik, termasuk  layanan logistiknya," kata ujar Yustinus dikutip dari keterangannya, Rabu 11 Desember 2019. 

img_title Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global, EMAS Perpotensi Masuk GDX

Pada kesempatan itu, Kibif menjelaskan rencana  serta langkah-langkah konkret yang akan dilakukan perseroan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kinerja pada 2020.  

Selain itu, penandatangan Nota Kesepahaman antara Kibif dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dalam pengembangan sistem logistik berbasis digital pun dilakukan. Penandatanganan dilakukan oleh Yustinus dengan Chief Investment Officer (CIO) IIF, Harold Tjiptadjaja.

img_title Viral Sosis Terbuat dari Limbah Produksi, Bolehkah Dikonsumsi? Begini Aturannya dalam Islam

“Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kibif dan IIF adalah sebuah rangkaian dari langkah konkret Kibif untuk mengembangkan  sistem Logistik yang didukung oleh IIF,” kata Yustinus.

Dalam kesempatan sama, Harold menilai, kerja sama ini dapat meningkatkan peran swasta dalam pengembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Khususnya yang mengindahkan prinsip-prinsip social and environmental untuk pembangunan berkelanjutan," singkatnya.  

Yustinus menambahkan, pada 2020 Kibif akan mengalokasi dana sebesar Rp240 miliar untuk pengembangan investasi dan menaikkan kapasitas produksi di Cikarang Plant, Jawa Barat, dari 300 ton per bulan menjadi 1.000 ton per  bulan. Selain itu, Kibif  juga akan meningkatkan kapasitas produksi pabriknya yang berlokasi di Subang, Jawa Barat menjadi 500 ton per bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu di Subang Plant, katanya, sedang  dilakukan  perluasan bangunan seluas  1,2 hektare. Sehingga dapat menambah kapasitas processing menjadi 2.000 ton per bulan dan kapasitas cold storage meningkat menjadi 3.000 ton per bulan.

Ada pun fasilitas di Salatiga Plant yang berlokasi di Salatiga, Jawa Tengah, difungsikan sebagai penghasil produk olahan roti dan dimsum. Di mana pada 2019 kapasitas produksinya naik 50 persen menjadi 18 ton per hari, dengan cold storage sebesar 200 ton. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut