Cadangan Devisa RI Anjlok US$1,3 Miliar di Akhir Februari 2020

Cadangan Devisa Indonesia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2020 mengalami penurunan sebesar US$1,3 miliar.

img_title ULN Sektor Publik Melambat, BI: Utang Luar Negeri RI November 2025 Turun

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, pada akhir Februari 2020 cadangan devisa Indonesia sebesar US$130,4 miliar. Ini lebih rendah dibandingkan posisi akhir Januari 2020 sebesar US$131,7 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tetap tinggi meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2020," kata dia melalui siaran pers, Jumat, 6 Maret 2020.

img_title Rupiah Melemah Usai Laporan Perlambatan Utang Luar Negeri RI di Oktober 2025

Posisi cadangan devisa tersebut, dikatakannya setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," tuturnya.

img_title Rupiah Melemah Usai BI Umumkan Turunnya Utang Luar Negeri RI di Agustus 2025

Penurunan cadangan devisa pada Februari 2020 antara lain, kata Onny, dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik," paparnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Rupiah Melemah ke 17.156 Dibayangi Lonjakan Utang Luar Negeri & Kondisi Fiskal RI

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.156 per dolar AS. Posisi itu melemah 18 poin atau 0,10 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.138 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
17 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut