Perangi Kekurangan Gizi Lewat Pemanfaatan Tanaman Liar

Hayu Dyah Patria Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2011
Sumber :
  • Satu Indonesia

Dia mengitari lingkungan sekitar untuk mencari ide. Melihat tanaman liar di sekitar membuat dia melahirkan ide cemerlang untuk mengolah tanaman liar tersebut agar dapat dikonsumsi.

img_title 4 Orang Terluka dalam Bentrokan di Morowali, 75 Pekerja Asal China Diperiksa Polisi! Apa Pemicunya?

Tentu saja Hayu Dyah memahami cara mengolah tanaman liar layak dikonsumsi. Tinggal bagaimana cara mengedukasinya pada masyarakat yang sangat berat. Secara perlahan dia mencoba mengubah pola pikir warga tentang tanaman liar yang sering dianggap gulma yang sering dibersihkan warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Daun Kastuba misalnya memiliki kandungan mineral dapat dikonsumsi oleh manusia yang memiliki kandungan gizi. Atau Daun Krotok yang menjadi musuh petani namun ternyata memiliki nilai gizi. Makanan kesukaan jangkrik ini kaya berbagai vitamin yang menjadi senyawa pendongkrak kecerdasan.

img_title Wanita Asal Pontianak Terlantar di PIK

“Daun krokot banyak mengandung asam lemak omega-3 untuk perkembangan sel otak anak,” ujarnya.

Masyarakat dapat memetik tanaman tersebut tanpa harus membelinya. Meskipun gratis, namun kandungan gizi yang dimiliki tanaman liar ini tidak kalah dengan tanaman budidaya.

img_title Belum Bisa Pulang! 542 Warga Solok Masih Mengungsi, Puluhan Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang

“Tanaman ini bisa didapat tanpa uang. Tinggal petik, tapi kandungan gizinya tak kalah dari tanaman budidaya,” kata Hayu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil tidak pernah mengkhianati usaha, berkat edukasi Hayu masyarakat mulai paham manfaat tanaman liar yang sering dicabut karena dinilai merusak pemandangan. Kini banyak warga mulai sadar berkat edukasi yang terus dilakukan Hayu.

Pada 2011 Hayu Dyah Patria menjadi salah satu dari lima penerima apresiasi apresiasi SATU Indonesia Awards dari Astra. Apresiasi tersebut merupakan wujud apresiasi Astra untuk generasi muda, baik individu maupun kelompok, yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat sekitarnya di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

Pemindahan makam warga berusia 41 tahun di Bekasi

Heboh! Cuma karena Beda Pilihan di Pilkades, Makam 41 Tahun di Bekasi Sampai Dipindahkan

Perbedaan dukungan dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Bekasi berujung pada pemindahan makam yang telah berusia 41 tahun yang ada di Cabangbungin.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut