Ikrar Setia NKRI Bukti Sinergi Tim Deradikalisasi Berjalan Efektif

Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono, S.I.K., M.H.,
Sumber :
  • Istimewa

Nusakambangan, VIVA –  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) hadir dalam pelaksanaan Ikrar NKRI kepada lima narapidana tindak pidana terorisme (napiter) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pasir Putih, Nusakambangan Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (15/4).

img_title 620 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Media Sosial Sepanjang 2026

Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono, S.I.K., M.H., menekankan bahwa  pelaksanaan Ikrar NKRI merupakan bukti bahwa pelaksanaan program deradikalisasi di dalam pembinaan yang dilaksanakan oleh Tim Koordinasi Pelaksanaan Deradikalisasi telah berjalan dengan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tadi kita melaksanakan ikrar terhadap 5 narapidana terorisme di Lapas Pasir Putih, ini menjadi bukti nyata bahwa deradikalisasi berjalan efektif melalui sinergi yang kuat antara BNPT, Lapas, Densus 88, dan semua stakeholder terkait,” ujar Eddy Hartono. 

img_title Hadapi Ancaman Terorisme, Prabowo Tambah Deputi Kesiapsiagaan dan Kontra Radikalisasi BNPT

Kepala BNPT menjelaskan jika program deradikalisasi menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan terhadap seluruh warga negara tidak terkecuali kepada para napiter.

"Bahwa program deradikalisasi terhadap rekan-rekan ini jangan dipandang sebagai kegiatan yang sifatnya formalitas, (Ikrar NKRI) ini adalah menunjukan kegiatan negara hadir untuk memberikan perlindungan kepada warganya dan memberikan jaminan baik kehidupan maupun kesejahteraan nantinya" ungkapnya. 

img_title Radikalisme Menyusup ke Game Online, Anak-anak Jadi Target

Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono, S.I.K., M.H.,

Photo :
  • Istimewa

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Kunrat Kasmiri, A.Md. IP., S. Sos., M. AP., menegaskan bahwa sinergitas dan kolaborasi penting dilakukan dalam menjamin keberhasilan program deradikalisasi. 

"Memang kita harus berkolaborasi bersama, ini adalah tanggung jawab kita bersama bukan hanya tanggung jawab kami di lapas, bukan hanya tanggung jawab BNPT tapi kita kerja selama simultan, terencana, kemudian ada jangka pendek, panjang, pada saat dari awal mereka berproses, sampai dengan mereka reintegrasi di luar sana pun kami koordinasi," jelas Kunrat Kasmiri. 

Dirinya pun menambahkan dengan adanya sinergitas antar seluruh stakeholder dalam Program Deradikalisasi diharapkan dapat mencegah kembalinya napiter saat bebas ke jaringannya dan kembali terpapar paham radikal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan sampai bahwa setelah mereka bebas kembali ke jaringannya lagi nah ini yang dikhawatirkan," ujarnya

Sebagai informasi, kelima napiter tersebut terdiri dari empat orang berasal dari Lapas Kelas IIA Pasir Putih, sementara satu lainnya dari Lapas Kelas I Batu. Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS, dan dua lainnya dari kelompok Jamaah Islamiyah. Salah seorang napiter diketahui terlibat dalam peristiwa Bom Panci Bintara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut