Sambut Hari Buruh, GNK Serukan Perayaan May Day Damai dan Riang Gembira

Ratusan buruh menggelar unjuk rasa May Day di Gedung DPRD Sumut, Kota Medan. (ilustrasi) (B.S.Putra/VIVA)
Sumber :
  • VIVA.co.id/B.S. Putra (Medan)

Jakarta, VIVA – Menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2025 mendatang, Ketua Umum Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali, menyerukan agar seluruh buruh di Indonesia merayakannya dengan semangat positif, damai, dan penuh suka cita.

img_title Pesan Heroik Mojtaba Khamenei di Hari Buruh: Konsumsi Produk Lokal hingga Seruan Anti-PHK

Ia menegaskan bahwa May Day adalah momen penting untuk menyuarakan hak-hak buruh, namun harus dilakukan dengan cara yang santun dan bermartabat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“May Day adalah momen penting bagi buruh untuk menyuarakan hak-haknya, tetapi harus dirayakan dengan cara yang positif, riang gembira, dan tetap menjaga persatuan,” ujar Habib Syakur.

img_title Polda Metro Jaya Pulangkan 101 Orang Diduga Hendak Merusuh saat May Day

Ia mengingatkan agar buruh tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya menunggangi perayaan ini dengan agenda anarkis. 

“Kita harus hati-hati terhadap oknum-oknum yang ingin menciderai esensi perjuangan buruh dengan aksi anarkis atau kekerasan. Jangan sampai May Day  yang mulia justru dinodai oleh kepentingan kelompok tertentu,” imbuhnya.

img_title Kapolda Ungkap Massa Berbaju Hitam Bakar Pos Polisi saat May Day di Bandung

Menurut Habib Syakur Ali, buruh harus menjadi pelopor perubahan yang cerdas dan bermartabat.

“Buruh Indonesia harus tampil sebagai pelopor perubahan yang cerdas dan bermartabat. Jangan biarkan provokasi merusak solidaritas kita,” tegasnya

Senada dengan itu, Pengamat Politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Nurmadi Harsa Sumarta, juga mengimbau agar para buruh bersikap bijak dalam merespon momentum May Day . 

Ia menilai bahwa demonstrasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak luas, mulai dari kerugian ekonomi hingga kerusakan citra industri nasional.

“Demonstrasi yang tidak terkendali bisa menimbulkan efek domino. Tak hanya kerugian ekonomi, tetapi juga bisa menghancurkan reputasi industri,” jelas Nurmadi.

Ia menambahkan, situasi yang tidak kondusif bisa menyebabkan investor menarik diri dan memindahkan usaha ke negara lain. 

Oleh karena itu, seluruh elemen buruh diharapkan dapat  menjaga stabilitas nasional dan menjadikan May Day  sebagai ajang yang damai, menyenangkan, serta memperkuat persatuan bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal turut mengapresiasi rencana kehadiran Presiden Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh.

“Di lapangan monas langsung dihadiri oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia. Ini adalah sejarah yang kedua terulang kembali, seorang Presiden RI hadir langsung bersama buruh dalam perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional. Yang pertama melakukan itu adalah pesen pertama Republik Indonesia yaitu Bung Karno atau Ir Soekarno pada tanggal 1 Mei 1965,” ucapnya. 

Antrean di Gerbang Tol Cikampek Utama

99 Ribu Kendaraan Melintasi GT Cikampek Utama saat Libur Panjang May Day

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 99.109 kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama saat libur panjang

img_title
VIVA.co.id
4 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut