"Warga Tak Keberatan Penggalian di Lalakon"

Penggalian Turangga Seta di Gunung Lalakon
Penggalian Turangga Seta di Gunung Lalakon
Sumber :
  • Ahmad Rizaluddin/ VIVAnews

VIVAnews - Pro dan kontra mengenai penggalian gunung yang diduga menyimpan bangunan piramida di dalamnya, terus berlanjut. Dalam pernyataan resminya, kelompok Turangga Seta yang diwakili oleh tim pengacaranya menolak pendapat yang mengatakan bahwa penggalian di Gunung Lalakon ditentang oleh warga.

"Kami menolak pihak-pihak yang menyatakan seolah-olah warga sekitar Gunung Lalakon tidak setuju atas dilakukannya penggalian," tulis rilis yang dikirimkan oleh pengacara Turangga Seta, Virza Roy Hizzal, yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Jumat 29 Juli 2011.

Menurut Virza, yang juga menjadi pengacara kasus penjualan iPad di Kaskus oleh Randy dan Dian, penggalian di Gunung Lalakon yang dilakukan Maret lalu, sudah mendapat izin dari aparat pemerintah setempat, dalam hal ini, kepala Desa Jelegong serta ketua RT dan RW setempat. 

Apalagi, kata Virza, penggalian saat itu justru dilakukan oleh warga sekitar yang bahu membahu untuk menemukan peninggalan besar di masa lalu.

"Menurut warga, suatu kebanggaan bila di daerahnya ditemukan cagar budaya peninggalan leluhur yang maha besar di zaman dahulu," kata ketua umum Organisasi Advokat Indonesia itu.

Virza juga membantah pemberitaan pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di situs webnya dalam sebuah artikel bertajuk "Peneliti LIPI: Tidak ada Piramida Emas di Gunung Lalakon Bandung" yang terbit pada 5 April 2011.

Dalam tulisan itu, kata Virza, Turangga Seta terkesan sebagai pihak yang seolah-olah hanya mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh LIPI dan mahasiswa ITB. "Yayasan Turangga Seta adalah peneliti dan penemu pertama kali fenomena piramida di Gunung Lalakon Bandung dan Gunung Sadahurip Garut," kata Virza.