Sidang Demo BBM Rusuh

Jaksa: Bukan Sangap Surbakti yang Ini

VIVAnews - Sidang Ferry Juliantono, tersangka demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak, memunculkan kisah lucu namun tragis. Cerita berawal dari keinginan jaksa menghadirkan bekas aktivis mahasiswa Sangap Surbakti sebagai saksi dalam sidang.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Makasau lalu menyilakan petugas pengadilan memanggil Sangap Surbakti yang dikenal selalu plontos itu. Masuklah seorang berkepala plontos, mengenakan kemeja berwarna ungu bergaris-garis ke dalam ruang sidang di Jalan Gajah Mada itu.

Penuntut umum yang dikoordinatori Cirus Sinaga yang mengenal Sangap Surbakti mengira pria ini adalah saksi dari pihak terdakwa, Ferry Juliantono. Cirus membiarkan saja hakim meminta pria plontos yang berbadan subur itu untuk duduk di kursi saksi.

Setelah menyerahkan identitas, diketahui bahwa pria plontos ini bernama Sangap Surbakti pula. Sangap ini dengan jelas menyerahkan pula surat panggilan untuknya. Jaksa penuntut umum jelas kaget, karena bukan ini Sangap yang mereka kenal untuk diajukan sebagai saksi.

Jaksa mengajukan keberatan. "Bukan ini Sangap yang kami maksud," katanya kepada majelis hakim. Namun karena sudah terlanjur dan memang memegang surat panggilan sesuai identitasnya, majelis hakim meneruskan pemeriksaan atas Sangap Surbakti yang berbadan subur itu.

Alhasil, sepanjang sidang, Sangap hanya menjawab tidak tahu, hampir untuk setiap pertanyaan hakim. Sementara Jaksa yang merasa kesal tak mengajukan pertanyaan.

Usai memeriksa Sangap itu, barulah jaksa berkomentar pada media massa. "Tadi Sangap yang kami maksud sudah melapor ke kami," kata Cirus. " Dia pakai kaos bergaris biru dan bercelana jeans. Tapi setelah itu dipanggil masuk ke ruang sidang, ternyata bukan Sangap yang kami maksud yang masuk. Dia pergi," kata Cirus.

"Mungkin ini biasa. Ini kan pialang-pialang politik. Biasa mereka mengaburkan fakta-fakta di lapangan. Namanya sama, tapi bukan dia yang kami maksud," ujar Cirus menjelaskan. Figur Sangap yang dikenal jaksa memang juga botak, tapi badannya tidak sesubur badan si Sangap yang barusan bersaksi. Sangap oh Sangap.

Jadilah sidang kemudian ditunda sampai Senin 16 Februari depan. Jaksa akan berupaya menghadirkan Sangap yang paling berkaitan dengan kasus terkait demonstrasi yang berakhir rusuh akhir Juni 2008 lalu itu.

Banyak Berkutat di Zona Degradasi, Arema FC Bersyukur Lolos dari Lubang Jarum
Pemain Timnas Indonesia U-23, Pratama Arhan

Pratama Arhan Jadi Sasaran Bully Netizen, Ibunda Teteskan Air Mata

Pratama Arhan kembali menjadi sasaran bully netizen Indonesia. Di media sosial, bek sayap kiri Indonesia U-23 itu mendapat banyak kritik dan hujatan karena gol bunuh diri

img_title
VIVA.co.id
2 Mei 2024