Invasi K-pop ke Indonesia

Grup Kpop Girls Generation atau SNSD.
Grup Kpop Girls Generation atau SNSD.
Sumber :
  • REUTERS/Kim Hong-Ji

VIVAlife - Konser SM Town Live World Tour in Jakarta yang berdurasi selama 4,5 jam dirasa kurang bagi sebagian penggemar K-Pop di Tanah Air. Konser yang dihelat megah dan spektakuler itu dibuat apik. Tatanan panggungnya bertaraf internasional.

Dengan tiga LCD besar di kanan, kiri dan tengah panggung, penonton yang jauh di tribun bisa melihat jelas wajah-wajah idola mereka. Panggung hidrolik, dan kereta kecil, membawa para artis SM agar bisa lebih dekat dengan fansnya.

Konser SM Town World Tour Live in Jakarta memang sukses dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu 22 September 2012 lalu. Sebanyak 30 ribu lebih penonton memadati area konser. Sebagian dari mereka bahkan sudah datang sejak pagi.

Konser yang ditunggu-tunggu itu dimulai tepat pukul 18.30 WIB. Grup F(x) membuka konser dengan apik membawakan lagu Hot Summer dan Pinoccio. Meski minus Sulli, Victoria, Krystal, Amber, dan Luna tetap tampil energik.

Setelah itu Kangta menampilkan dua lagu. "Hallo Indonesia, selamat malam, saya Kangta. Terimakasih sudah datang ke SM Town. Mantap!" ujarnya menyapa penonton dalam bahasa Indonesia.

Selama konser berlangsung, GBK dipenuhi oleh lautan light stick berwarna warni. Namun mayoritas berwarna biru, warna khas untuk penggemar Super Junior.

Berbagai penampilan khusus pun ditampilkan malam itu. Termasuk kolaborasi dengan sesama artis. Seperti F(x) Amber, EXO Kris, dan Shinee Key yang membawakan Like A G6. Adik kakak Jessica dan Krystal atau yang lebih dikenal sebagai Jung sister berduet membawakan California Girl.

TVXQ Max Changmin dan SuJu Kyuhun pun tak ingin ketinggalan membawakan Just The Way You Are. Ada satu penonton wanita yang beruntung duduk di atas panggung, dinyanyikan dan dipeluk  oleh kedua lelaki tampan itu. Tak lama Eunhyuk dan Donghae tampil membawakan lagu duet mereka berjudul Oppa Oppa.

Malam itu, hiruk pikuk penggemar sangat riuh. Banyak dari mereka ikut mengubah penampilan dengan dandanan ala idolanya. Penyambutan pada artis-artis SM Town pun sebenarnya sudah dilakukan sejak mereka baru saja menginjakkan kakinya di bandara Soekarno Hatta.

Bahkan artis-artis Korea Selatan yang biasanya digandrungi para wanita, saat itu terlihat pula para pria berkerumun. Mereka mengaku sebagai penggemar berat girlband SNSD yang terdiri dari wanita cantik.

Bukan hanya saat perhelatan konser SM Town para pecinta K-Pop datang berkerumun untuk menyaksikan idolanya. Setiap kali artis Korea datang ke Indonesia dan menggelar konser, tiketnya selalu ludes terjual. Ini menjadi fenomena luar biasa. Boyband dan girlband asal Korea mendapat perhatian yang spektakuler dari masyrakat Indonesia.

Demam hiburan Korea

Karena banyaknya peminat dan pecinta K-Pop di Tanah Air, dunia hiburan Korea Selatan mulai fokus membidik Indonesia untuk dijadikan ladang bisnis bagi para pelaku industri hiburannya. Mereka berharap, para artisnya, tidak hanya sekedar bisa menggelar konsernya di Indonesia, tapi juga berharap, artisnya leluasa melakukan aktivitas di Indonesia.

Artist Agency Rainbow dan CUBE Entertainment misalnya. Mereka baru saja menandatangani perjanjian kerjasama dengan Artist Agency Indonesia. Tujuan kerjasama ini tak lain adalah untuk mempermudah artis-artis CUBE Entertaiment seperti Beast, G-Na, BTOB, dan lain-lain melakukan aktivitas di Indonesia

Dengan kontrak kerjasama tersebut, artis-artis dari CUBE Entertainment yang berhubungan dengan menajemen pun bisa aktif dalam iklan, show, konser, event dan lain-lain di Indonesia.

"Dengan perjanjian ini artis Cube Entertainment akan aktif di Indonesia dengan lebih mudah dan berusaha melakukan yang terbaik untuk Indonesia agar Indonesia pun bisa sukses," ujar CEO Rainbow Bridge Kim Jin Woo.

Keseriusan menggarap pasar musik Indonesia juga diperlihatkan YG Entertainment. Agen sekaligus perusahaan rekaman independen yang menaungi penyanyi fenomenal Psy, Big Bang, dan 2NE1 ini juga mulai melirik pasar Indonesia. Apalagi baru-baru ini, artis mereka, Big Bang sukses menghelat konser di Jakarta selama dua hari berturut-turut.

Meski banyak pelaku bisnis dunia hiburan Korea Selatan mulai bekerja keras melancarkan keinginannya melakukan invasi K-Pop ke Indonesia,bagaimana tanggapan dari para pelaku bisnis hiburan Indonesia?

Hal ini pun ditanggapi BigDaddy, promotor yang sukses menggelar konser Big Bang di Indonesia beberapa waktu lalu. Pihak YG Entertainment bahkan katanya, telah mengundang mereka ke Seoul dalam rangka mendiskusikan program untuk tahun 2013 mendatang.

"Dari YG sampai kirim dua petingginya ke Jakarta untuk survei. Mereka sangat optimistis dengan pasar Indonesia dan commit untuk bantu development-nya," ujar BigDaddy lewat akun Twitter resmi mereka.

Media Relation BigDaddy, Arief  pun menyatakan memiliki alasan khusus mengapa tertarik mendatangkan artis-artis Korea ke Indonesia. Ia pun menilai, saat ini,permintaan masyarakat Indonesia terhadap artis Korea sedang tinggi.Tak ada salahnya, mereka pun memenuhi permintaan masyarakat.

Namun,bukan sembarang mendatangkan artis, mereka pun selalu melakukan survei kecil-kecilan untuk mengetahui seberapa besar pangsa pasarnya, juga seberapa besar antusiasme masyarakatnya.

"Setelah hasil survei semua kita pegang baru kita berani jalankan.Memang saat ini animonya cukup besar dan memang lagi jadi tren. Kami juga dijadwalkan untuk mendatangkan artis dari YG entertainment lagi," ujarnya.

Arief benar-benar optimistis, pangsa pasar musik Korea saat ini cukup besar di Indonesia. Diakui pula oleh Arief mereka telah bertemu dengan pihak YG Entertainment. Pertemuan kerjasama itu sudah terjalin untuk tahun 2013,

"Mereka sangat senang dan optimis dengan pasar Indonesia. Fans base artis Korea di Indonesia besar,bisa dilihat dari Big Bang kemarin. Animonya juga tinggi, penonton banyak, dari jadwal yang seharusnya sehari harus di tambah karena nggak cukup. Mereka (pihak Korea) bisa melihat bagaimana artis-artisnya di Indonesia."

Selama animo masyarakat masih tinggi, BigDaddy, kata Arief akan terus memenuhi permintaan masyarakat. "Semua plan sudah disiapkan, tinggal nanti nih tahun depan siapa yang lagi hype kita coba," katanya.

Big Bang, Lee Seung Gi

Tanggal 12 dan 13 Oktober 2012 lalu, boyband fenomenal asal Korea Selatan, Big Bang sukses menggelar konsernya, Big Bang Alive Galaxy Tour 2012. Dua hari digelar berturut-turut,konser itu dibanjiri ribuan penonton di MEIS Ancol, Jakarta.

Meski ini merupakan pertama kalinya boyband bentukan YG Entertaiment tersebut datang ke Indonesia, ribuan penonton berbondong-bondong untuk menyaksikan aksinya. Sejak pagi mereka antusias ingin melihat penampilan G Dragon, Taeyang, TOP, Seungri, dan Daesung.

Menurut Arief, saat konser itu digelar mereka berhasil menjual tiket memenuhi target. Sebagian besar tiket kelas tribun bahkan sold out dalam sekejap. "Meski kelas tertentu saat itu masih ada, tapi secara target sudah memenuhi target kapasitas MEIS," ujarnya.

Sebelum Big Bang, artis-artis Korea sebelumnya juga selalu sukses saat menggelar konser di Indonesia. Mulai dari Rain,2AM, Super Junior, SNSD, Junsu 'JYJ', TVXQ, 4 Minute, SHINee, B2ST juga MBLAQ. Saat mereka tampil, di depan panggungnya, tak pernah sepi dari penonton. Penggemar mereka selalu banjir dan tumpah ruah.

Yang akan datang, sejumlah artis-artis Korea bahkan telah dijadwalkan menggelar konsernya di Indonesia. Sebut saja, 2NE1 yang ramai diperbincangkan akan menggelar konsernya 24 November mendatang. Ada lagi Jaejoong 'JYJ'. Penyanyi sekaligus aktor ini akan tampil di MEIS, Ancol Jakarta 3 November 2012.

Tak mau ketinggalan Wonder Girls juga akan menyapa penggemarnya di Indonesia pada tanggal yang sama 3 November 2012. Wonder Girls sengaja didatangkan untuk tampil di acara konser bertajuk  Wonder Girls Live in Concert yang akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Boyband terkenal asal Korea Selatan, 2PM juga akan kembali menggebrak panggung musik di Indonesia dalam konser mereka bertajuk 2PM Global Tour 2012 - What Time Is It?. Konser 2PM akan digelar pada 8 Desember mendatang di Mata Elang Internasional Stadium (MEIS), Ancol. 2PM berjanji akan tampil habis-habisan untuk penggemar mereka di Jakarta.

Berikutnya, MC multitalenta Lee Seung Gi juga siap menyapa langsung fansnya di Indonesia. Namun Seung Gi datang ke Indonesia bukan menggelar konser, ia akan menggelar jumpa fans 4 November mendatang. Acaranya akan diselenggarakan di Mall Taman Anggrek, Jakarta. Jumpa fans itu akan digelar selama 2 jam dari pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Banjir pemuja

Industri musik Korea saat ini memang sedang berkembang pesat. Tak hanya serial dramanya saja yang kini digemari masyarakat Asia, tetapi jugamusik mereka. Diantaranya adalah boyband Korea.

Boyband-boyband baru terus muncul meramaikan industri musik negara tersebut. Penampilan boyband Korea yang dengan wajah tampannya juga girlband Korea dengan wajah-wajah cantiknya, tidak hanya memiliki kemampuan bernyanyi tapi juga menari dengan lagu-lagu yang ceria.

Hal ini, ternyata tak hanya mencuri perhatian publik Korea saja. Di Indonesia, demam boyband pun sudah mewabah ke berbagai pelosok daerah. Komunitas-komunitas boyband Korea di Indonesia mencapai ratusan ribu. Mereka aktif di berbagai media sosial di internet seperti Facebook, Twitter, Blog, Forum-forum dan fanbase.

Salah satunya Korean Pop Lovers (Pecinta Musik Korea). Komunitas ini merangkul komunitas-komunitas Korea yang berada di Indonesia. Mereka juga aktif membuat event di tiap distrik di Indonesia.

Boyband Korea seperti Super Junior, 2AM, SS501, JYJ  dan TVXQ  dan lain-lain adalah makanan sehari-hari para komunitas ini. Kegiatan mereka pun sangat beragam, mulai gathering, festival, tukar koleksi sampai menjemput artis kesayangan mereka di bandara.

Tak heran, jika salah satu boyband asal Korea datang ke Indonesia,lautan manusia akan menghiasi panggung di mana si boyband konser. Antrean tiket untuk konser boyband Korea pun memenuhi loket penjualan. Seringkali tiketnya ludes terjual.

Musik Indonesia mau ke mana?

Menurut pengamat musik Denny Sakrie, Indonesia saat ini memang menjadi pangsa pasar bagus bukan hanya untuk artis-artis Korea, tapi juga artis luar negeri lainnya.

Secara bisnis, saat ini ia pun mengakui gelombang K-Pop di Tanah Air sedang menjadi tren. Bahkan, ia menyatakan sah-sah saja, jika para promotor musik berbondong-bondong mendatangkan artis-artis Korea ke Indonesia. Hal ini memang mendatangkan keuntungan bisnis.

"Dari segi bisnis memang menggiurkan tapi kalau dari segi kultural, Indonesia mau ke mana, kenapa harus tendensi Korea. Korea kan hanya mengedepankan gaya Korea saja, orang Indonesia seperti nggak punya jati diri," katanya.

Diakui pula olehnya, Korea memang selalu sukses menggelar konsernya di Indonesia, tapi ia menyatakan ini hanya bagian dari tren. "Yang namanya tren bisa datang dan pergi. Kalau dari segi kultural buat Indonesia nggak ada untungnya. Tapi kalau dari segi bisnis, memang mendatangkan keuntungan besar saat ini," katanya.

Sama halnya dengan Denny Sakrie, pihak dari Artist Agency Indonesia, Ario Dewantoro menyatakan bahwa minat masyarakat terhadap K-Pop atau artis-artis pop Korea hanya musiman saja.

Saat ini memang, animo cukup bagus, ada komunitas fans boyband dan girlband, di Indonesia. Ia bahkan menyatakan, jumlah fans Korea di Indonesia bisa sampai 4 juta.

"Tapi boyband dan girlband nggak bisa long lasting seperti kayak band western seperti Bon Jovi, yang segala zaman bisa menikmati. Kalau girlband atau boyband artisnya tua, ya sudah nggak bisa ngetop lagi. Setahun atau 2 tahun lagi nggak meledak," ujar Ario.

Ia pun menyatakan sesungguhnya, Artis Agency hanya sebagai perpanjangan tangan saja di Indonesia. Saat dimintai tolong untuk carikan promotor yang ingin mengundang artis Korea atau Amerika dan lainnya main di Indonesia, mereka akan membantu mencarikan promotornya.

Baginya, bekerjasama dengan pihak Korea pun harus hati-hati meski memang keuntungaannya saat ini sangat menjanjikan. "Tapi kita harus pintar, kita harus bener-bener jeli. Melihat situasi keadaan, ketika melakukan deal dengan pihak mereka," katanya.

MoU harus dibaca berkali-kali, lanjutnya. Berbeda dengan pihak Eropa atau Barat yang memiliki tingkat profesionalisme yang sudah teruji.

"Kalau Korea misalnya agreement A, tapi yang dipakai B, seperti kita mau untung tapi buntung. Seolah-olah mereka merasa karena demam Korea dimana-mana, mereka jadi tinggi hati. Saking tinggi hatinya dalam menuliskan agreement mereka wanprestasi sendiri, tapi mengkambing hitamkan kita," ujarnya.

Ia pun berharap, ke depannya, pihak promotor maupun manajemen pihak Korea bisa sama-sama berkerjasama secara profesional. "Kalau ingin ingin tetap eksis, jangan karena aji mumpung, ya mereka bisa profesional. Contoh dari artist management di Amerika, Eropa, Australia, yang benar-benar profesional," ucapnya.