Januari, Kredit Bank Anjlok Rp 17,8 Triliun

VIVAnews - Penurunan kucuran kredit yang terjadi pada Desember 2008, berlanjut hingga Januari 2009. Dalam kurun waktu itu, jumlah kredit yang disalurkan bank umum nasional melorot Rp 17,849 triliun.

Data Statistik Perbankan Indonesia Januari 2009 yang dikutip dari situs Bank Indonesia, Rabu 11 Maret 2009 memperlihatkan, pada indikator penyaluran dana bank yang terait kredit tercatat sebesar Rp 1.289,8 triliun. Sedangkan pada Desember 2008 masih di angka Rp 1.307,6 triliun.

Penurunan terbesar terjadi pada kredit rupiah yang turun Rp 20,911 triliun dari Rp 1.054,2 triliun menjadi Rp 1.033,3 triliun. Sementara kredit dalam bentuk valuta asing mengalami peningkatan lebih drai Rp 3 triliun dari Rp 253,399 triliun menjadi Rp 256,461 triliun.

Tidak hanya kredit, penyaluran pinjaman antarbank sepanjang Januari 2009 juga terus melorot. Jika pada Desember 2008 angkanya masih Rp 213,799 triliun, pada Januari hanya tercatat Rp 212,346 triliun atau turun Rp 1,45 triliun.

Terkait penempatan dana-dana perbankan di Bank Indonesia terjadi peningkatan Rp 24,5 triliun dari Rp 322,3 triliun menjadi Rp 346,8 triliun. Instrumen SBI dianggap masih menarik bagi bank. Dana bank yang ditempatkan pada instrumen ini melonjak dari Rp 166,518 triliun menjadi Rp 208,5 triliun. Sisanya tersebar di giro, call money dan lainnya.

Sedangkan dana yang disimpan dalam bentuk surat berharga tercatat Rp 116,161 triliun, naik dari posisi Desember 2008 sebesar Rp 113,851 triliun.

Dalam tinjauan kebijakan moneter BI disebutkan, pertumbuhan kredit menunjukkan tren yang melambat, yang disebabkan baik oleh sisi permintaan dan penawaran.

Dari sisi permintaan, menurunnya aktivitas perekonomian domestik yang disertai dengan masih tingginya suku bunga kredit menyebabkan melambatnya permintaan akan kredit. Dari sisi penawaran menurunnya pertumbuhan kredit juga diakibatkan oleh melambatnya suplai kredit perbankan terkait dengan
masih tingginya risiko di dunia usaha yang tercermin oleh meningkatnya
NPL.

Melambatnya pertumbuhan kredit (secara tahunan) terutama terjadi pada kredit investasi dan kredit konsumsi. Sementara itu, posisi kredit modal kerja justru meningkat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya, yaitu dari 28,4% (yoy) menjadi 29,2% (yoy).