Gusnaldi dan The Power of Make-up

Gusnaldi
Sumber :
  • Dok. Pribadi Gusnaldi

Lepas dari dunia olahraga, Gusnaldi bekerja serabutan. Dia pernah menjadi pegawai pada koperasi karyawan sebuah kantor pemerintah. Dia juga sempat tes masuk Akademi Kepolisian. Dia juga ingin sekolah lebih tinggi, dan ikut tes penerimaan mahasiswa baru (Sipenmaru saat itu).

img_title Ada 2 Kali Libur Isra' Mi'raj di 2027, Kok Bisa?

Namun takdir berkata lain. Dari sekadar iseng mendaftar di sebuah lembaga kecantikan di Jakarta, langkah Gusnaldi di dunia make-up dimulai.  Setelah kursus selama dua bulan ia ditawari magang di salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Tanah Air. Di sana, ia digembleng habis-habisan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Kalau saya ingin menyerah saat itu, saya bisa saja berhenti saat itu juga. Tapi saya malah membulatkan tekad terus terjun dalam dunia ini. Saya ingin menunjukkan saya bisa,” ujar pria yang mengidolakan make-up artist Sally Rutten ini.

img_title Terungkap! Gombalan Andre Taulany ke Amanda Rigby, Ujung-ujungnya Bahas Pelaminan

Satu setengah tahun bergabung, ia merasa punya bekal keahlian yang cukup. Bersama temannya, Gusnaldi memutuskan membuka salon sendiri. Tidak mengkhususkan diri sebagai make-up artist, tapi lebih melayani berbagai kalangan.

Tak dinyana, salon itu digandrungi masyarakat dan mulai dilirik banyak media. Ini membuat Gusnaldi akhirnya mantap bersolo karier, dan membuka salon dengan namanya sendiri. Kini, ia punya dua salon. Satu di Jalan Wijaya, lainnya di Kelapa Gading. Pelanggan tetapnya pun bervariasi, mulai dari ibu rumah tangga hingga artis.

img_title Nakhoda KM Virgo Transport 8 Selamat, Kini Diperiksa Usai Kapal Terbalik

“Orang mulai mencintai dunia kecantikan. Itu pengakuan dari masyarakat bahwa dunia kecantikan bisa menjanjikan masa depan bagi mereka yang serius dan fokus,” ujar pria yang lebih senang merias wajah orang awam itu.

Karakter wajah

Berkarier sebagai make-up artist lebih dari satu dekade membawa Gusnaldi pada banyak pengalaman menarik. Salah satunya, ia melihat kecenderungan wanita Indonesia berdandan dengan make-up lebih tebal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di Indonesia masih kurang pede kalau tidak make-up tebal. Sementara di luar negeri justru artis menggunakan make-up ringan. Kalau make-up di bagian mata gelap, di sisi lain ia tampilkan ringan,” ujar pria yang pernah merias supermodel dunia Linda Evangelista ini.

Pesohor dunia, ujar Gusnaldi, sudah sangat mengerti tentang fashion make-up. Itu sebabnya, mereka sangat mempercayakan wajah pada sang make-up artist untuk diubah agar tak tampil membosankan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut