Gusnaldi dan The Power of Make-up
- Dok. Pribadi Gusnaldi
Namun, kepercayaan ini tentu hanya bisa diperoleh berkat kepiawaian. Soalnya, tak sedikit make-up artist yang kerap melakukan kesalahan. Salah satu sebabnya karena mereka gagal membaca karakter wajah orang. “Itu kesalahan fatal,” katanya.
Mungkin karena studinya mendalami karakter wajah manusia, ada banyak orang ingin diriasnya. Dia, misalnya, sangat ingin memoles wajah artis Meriam Bellina. Bagi Gusnaldi, artis era 1990-an itu adalah orang yang sangat menginspirasinya.
“Dia itu adalah sumber ketertarikan saya ke dunia film, dunia akting. Meski saya tidak bermain akting, saya tertarik dengan dunia itu,” ucapnya.
Yang jelas, Gusnaldi terus menggali ilmu tentang make-up. Dia tak hanya berpatok pada pengetahuan dalam negeri, tapi juga memperkaya informasi seputar make-up dari mancanegara. Dia sepertinya paham, dalam soal ilmu, di atas langit masih ada langit.
“Orang naik itu gampang. Tapi mempertahankan di atas itu sulit,” ujar Gusnaldi. (np)