Subsidi BBM Jebol Masuk Catatan Audit BPK

Ilustrasi/Pengisian bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Ilustrasi/Pengisian bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin
VIVAnews - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan bahwa jebolnya subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada 2012 menjadi catatan dalam audit Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang sedang dilakukan saat ini.

Anggota II BPK, Taufiqurrahman Ruki, di kantornya, Jakarta, Senin 29 April 2013, mengungkapkan, berdasarkan laporan tersebut, kenaikan harga minyak dunia mengakibatkan pembengkakan alokasi anggaran subsidi BBM yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga tutup buku 28 Desember 2012, subsidi BBM mencapai Rp211,9 triliun atau 154,22 persen dari pagu subsidi BBM dalam APBN-Perubahan 2012 sebesar Rp137,4 triliun.

"Sepanjang Kemenkeu bisa mencatat dengan bagus, BPK tidak bicara substansi. Tapi, catatan harus bagus dan laporan harus benar," ujar Ruki.