Jadi Saksi Century, Mantan Ketua Bapepam Diteror?

Fuad Rahmany
Sumber :
  • VIVAnews/Tri Saputro

VIVAnews - Anggota Tim Pengawas Kasus Century Chandra Tirtawijaya minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melindungi mantan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany. Chandra mendapat informasi, Fuad mendapat teror.

Dalam rapat dengan Pimpinan KPK, Rabu 11 September 2013, Chandra mengatakan mengungkap megaskandal seperti Century memang tidak boleh sembarangan. Apalagi, Fuad bersaksi bahwa dia tak setuju dengan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"KPK harus melindungi karena dia mulai diteror. Dia berkata, 'silakan berhentikan saya.'  Jangan sampai dia (Fuad) menjadi korban," kata Chandra.

Sementara anggota Timwas Century lainnya, Nudirman Munir menilai, Fuad banyak tahu soal rapat Komite Stabilisasi Sektor Keuangan (KSSK) pada tanggal 21 November 2008 untuk menentukan Bank Century sebagai bank gagal dan berdampak sistemik.

"Siapa yang merekayasa sehingga Pemerintah wajib memberikan FPJP (Fasilitas Pinjaman Jangka Panjang)," imbuhnya.

Menjawab itu, KPK menjamin keselamatan setiap saksi kasus korupsi yang mereka tangani. "Kami punya standar untuk saksi-saksi tertentu. Kami akan berikan perlindungan maksimal agar leluasa memberikan hal-hal yang mereka ketahui," ujar Ketua KPK Abraham Samad.

Sementara, Ketua Timwas Century Priyo Budi Santoso berpandangan berbeda. Dia menilai, KPK tidak perlu melindungi Fuad secara berlebihan. "Saya kira tidak harus diberikan perlindungan khusus. Tidak perlu seperti itu," ujar dia.

Demi Gaya Hidup Mewah, 9 Perempuan Terlibat Sindikat Narkoba Tempel di Denpasar

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua KPK Zulkarnaen mengungkapkan, penyidik sudah memeriksa 57 saksi kasus ini. Dengan demikian, dia menilai, pengusutan kasus ini tidak lambat.

"Mereka (penyidik dan saksi) sudah 120 kali tatap muka. Ada yang diperiksa 22 kali, ada yang diperiksa 5-6 kali. Sehingga progress report-nya sudah 60-70 persen. Dari hasil pemeriksaan ini saling menguatkan," kata Sulkarnaen.

Zulkarnaen juga mengatakan bahwa tim penyidik kasus Century berstatus permanen. "Hanya saja ini lintas satgas-satgas penyidik yang ada. Ketua tim penyidik kami dari JPU. Semoga ini mempercepat," kata dia.

Pernyataan Zulkarnaen itu untuk menjawab beberapa pertanyaan dari anggota Timwas Century yang menganggap proses penyidikan kasus ini sangat lambat. (eh)

Wapres RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.

Tanggapi Luhut, Jusuf Kalla: Saya Tidak Mengerti Toxic

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla atau JK merespons pernyataan dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengingatkan u

img_title
VIVA.co.id
8 Mei 2024