Tebalnya Lumpur Sulitkan Pencarian Korban

VIVAnews - Puluhan korban bencana Situ Gintung belum ditemukan. Tebalnya timbunan lumpur dan reruntuhan bangunan menyulitkan pencarian.

"Buruknya medan, kadang membuat tim kami harus mengulang pencarian di titik yang sama," kata Koordinator Operasi Badan SAR Nasional, Suyatno, kepada VIVAnews, Kamis 2 April 2009.

Selain mengerahkan tenaga ratusan sukarelawan, pencarian korban hilang juga dibantu dengan delapan alat berat dan anjing pelacak. Alat berat berfungsi menyingkirkan reruntuhan bangunan dan mengeruk lumpur.

Suyatno menyatakan timnya masih terus bekerja melakukan pencarian baik di lokasi musibah maupun di sepanjang aliran sungai pada ke-7 pascabencana ini. "Sampai sekarang belum ada keputusan apakah pencarian akan dihentikan di hari ini atau dilanjutkan," ujarnya. "Kalau aturannya kan hanya tujuh hari."

Data Posko Universitas Muhammadiyah Jakarta mencatat sebanyak 90 korban belum ditemukan. Sedangkan data kelurahan hanya mencatat 13 orang. Sementara korban tewas yang berhasil dievakuasi telah menembus angka 100 jiwa.

Tanggul Situ Gintung di kawasan Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, jebol pada Jumat 27 Maret pekan lalu. Bencana yang terjadi sekitar pukul 05.00 ini juga mengakibatkan sedikitnya 319 rumah tinggal rusak berat, bahkan sebagian besar hilang tersapu arus.