Mayoritas Konsumen Online RI Malu Jika Tak Punya Mobil

Toyota Avanza dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show 2013.
Toyota Avanza dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show 2013.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVAnews - Lembaga survei Nielsen merilis hasil laporan terbaru mereka mengenai otomotif di Indonesia. Survei ini berjudul Nielsen Global Survey of Automotive Demand.

Survei ini mengambil 30.244 responden di seluruh dunia. Di antara 30.244 responden tersebut, 7.078 responden berasal dari Asia Pasifik dan 503 responden dari Indonesia.

Executive Director Consumer Insight, Anil Antony, mengungkapkan bahwa survei ini dilakukan pada periode 14 Agustus hingga 6 September 2013.

Survei ini hanya dilakukan berdasarkan konsumen yang mempunyai akses terhadap internet, karena Nielsen menggunakan standar pelaporan minimal 60 persen penetrasi internet.

"Dari survei ini terlihat, banyak pemilik mobil di Asia Tenggara meyakini mobil merupakan simbol dari kesuksesan dan status sosial mereka," katanya.

Menurut Antony, Thailand merupakan negara yang mempunyai opini seperti itu, dengan didukung sebanyak 79 persen responden. Disusul Filipina sebesar 72 persen. Sementara itu, Indonesia berada di urutan tiga dengan 67 persen, atau merupakan urutan 10 bila secara global.

Kawasan Asia yang memiliki opini mobil sebagai status sosial terendah adalah Singapura sebesar 54 persen. Adapun rata-rata global adalah 52 persen.

Antony mengungkapkan, ada keunikan tersendiri di Indonesia, yakni hampir seluruh responden menganggap bila tidak punya mobil adalah suatu hal yang memalukan. Sebanyak 93 persen konsumen online menyatakan hal ini. Angka ini jauh di bawah negara lain yang hanya 10 persen.

"Di Malaysia hanya 33 persen yang menyatakan itu. Di Singapura 22 persen dan Thailand 21 persen," katanya.

Antony menambahkan, konsumen di Indonesia, khususnya kelas menengah sangat aspirational, seiring meningkatnya tingkat pendapatan mereka. Konsumen tidak hanya berada dalam posisi yang lebih baik untuk membeli hal-hal yang mereka inginkan dan butuhkan.

"Konsumen online di Indonesia, menilai kepemilikan mobil merupakan simbol ampuh untuk menunjukkan sejauh mana kesuksesan yang telah mereka capai," ujarnya.

Tingkat kepemilikan mobil
Sebelumnya, Antony mengungkapkan tingkat kepemilikan mobil relatif rendah di Asia Tenggara. Indonesia termasuk yang terendah, di mana ada 46 persen rumah tangga online tidak memiliki mobil. Posisi terendah diduduki Filipina yakni sebesar 47 persen.

Yang mempunyai kepemilikan mobil tertinggi di Asia Tenggara adalah Malaysia, yang mencapai 93 persen dan berada di urutan tertinggi global.

Namun, di luar rendahnya tingkat kepemilikan mobil, Indonesia ternyata mencatatkan angka tertinggi yang mempunyai keinginan untuk memiliki mobil. Bahkan, Indonesia bersama Filipina dan Thailand berada di top 10 untuk membeli mobil dalam dua tahun mendatang.

Sekitar empat dari lima konsumen di Indonesia atau 81 persen mengaku ingin membeli mobil selama dua tahun mendatang. Angka ini diikuti Thailand (79 persen) dan Filipina (76 persen). Angka ini di atas rata-rata global sebesar 65 persen.

"Permintaan otomotif di Indonesia telah meningkat dalam dua tahun terakhir. Hingga tahun lalu, penjualan mobil mencapai rekor hingga 1,2 juta unit," katanya. (art)