Derita Bulimia Tina Toon
Rabu, 17 September 2014 - 15:43 WIB
Sumber :
- VIVAnews/Beno Junianto
Tina tak memungkiri, masa remaja adalah masa paling indah. Tapi buat Tina, masa itu justru membuat hidupnya harus merasakan banyak masalah. Tak hanya menderita stres, Tina remaja juga harus merasakan penderitaan diserang bulimia.
Baca Juga
Baca Juga
Beruntung, dia bisa keluar dari permasalahan tersebut. Tina mulai membenahi hidupnya pelan-pelan. Ia isi dengan kegiatan positif. Dan semakin mendekatkan diri dengan keluarga.
"Keluarga selalu bikin up. Mami sama Oma nomor satu. Dulu lagi gendut-gendutnya, mau live di TV, Mami fotoin, katanya kurus. Mereka bukan bohongin, tapi coba nguatin," ujarnya.
Kini, tubuh Tina memang tak segempal dulu. Ia mengaku pernah menyentuh bobot 78 kilogram kala tinggi tubuhnya 140 sentimeter. Dan kini, Tina telah berhasil, ia telah bertransformasi menjadi perempuan berbadan seksi.
“Sekarang berat badan saya sekitar 50-51 kilogram,” kata Tina.
“Semua ini saya raih setelah jatuh bangun diet, bahkan sampai harus diopname karena menolak makan.”
Untuk orang yang doyan makan seperti Tina, diet sangatlah menyakitkan. Sebab mereka harus menghindari hal yang paling disukai. Bahkan di awal diet, Tina kerap megendap-endap ke dapur untuk menyantap kue. Meski kerap kepergok dan diomeli oleh si oma, Tina tidak surut berusaha mendapatkan roti untuk menghilangkan keroncongan perutnya.
“Sampai-sampai Oma dan Mami bosen melarang, badan saya pun gemuk lagi,” cerita Tina. “Sampai satu titik saya niat dan mengubah pola pikir soal diet. Akhirnya bisa kurus seperti sekarang.”
Salah diet
Demi bertubuh langsing, Tina mengaku sempat menghalalkan segala cara. Tina mengambil jalan pintas, merogoh tenggorokan hingga muntah. Mereka yang melakukan hal ini disebut sebagai penderita bulimia nervosa. Dan Tina pernah mengidap bulimia tiga tahun lebih.
Sepanjang itu, tidak ada anggota keluarga Tina yang tahu. Dan ia tidak hanya memaksakan diri memuntahkan segala penganan yang sudah masuk perut. Juga berolahraga secara berlebihan, hingga berjam-jam dalam sehari. “Akhirnya Oma memergoki dan menginterograsi saya,” ujar Tina. “Dengan proses yang cukup lama, saya sembuh dari penyakit itu.”
Halaman Selanjutnya