Derita Bulimia Tina Toon

Sumber :
  • VIVAnews/Beno Junianto

img_title Prediksi Persib Vs Dewa United: Maung Bandung Kelelahan, Banten Warriors Berpeluang Curi Poin

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Tina, dukungan keluarga sangat berarti. Apalagi ketika ia sangat ingin menurunkan berat badannya. Selain harus mencari cara diet yang sesuai dengan tubuh, Tina juga kerap depresi ketika berhadapan dengan angka timbangan yang tidak kunjung bergerak ke arah kiri. Kalau sudah begitu, Tina melanjutkan, rasanya stres. Bahkan ia sempat membanting dua alat timbangan.
img_title 5 Mobil Antipeluru yang Bisa Dikendarai di Jalan Raya, Ada SUV Mewah hingga Kendaraan Berlapis Baja


img_title Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Pelecehan Influencer Sashfir, Kasusnya Naik Penyidikan! Siapa Tersangkanya?
Untuk itu, dukungan keluarga mesti kuat. Sehingga mereka yang menjalani diet tak mudah menyerah. “Dukungan keluarga juga penting agar orang gemuk, terutama remaja, tidak salah jalan seperti saya dulu,” ujar Tina.

Mengenal Bulimia

Masalah bulimia yang dihadapi Tina termasuk sebagai gangguan pola makan. Pengakuan Tina sebagai penderita Bulimia hingga berhasil mengalami perubahan berat badan drastis mengagetkan banyak orang.

Gangguan makan ini tak bisa disepelekan karena dapat menyebabkan komplikasi medis yang kronis mulai dari dehidrasi, gagal ginjal, gagal jantung hingga gangguan pencernaan.

Bulimia nervosa atau dikenal sebagai bulimia merupakan gangguan makan kronis yang dapat mengancam kelangsungan hidup penderitanya. Penderita bulimia memiliki kebiasaan menyingkirkan kalori berlebih dengan cara yang tidak sehat seperti memuntahkan makanan.

Terdapat dua kategori bulimia yaitu purging bulimia di mana penderitanya secara rutin memuntahkan makanan atau mengonsumsi obat pencahar, diuretik atau enema dengan dosis berlebihan dan non purging bulimia yang penderitanya melakukan pengurangan kalori dalam tubuh dan mencegah naiknya berat badan dengan melakukan puasa, diet ketat atau olahraga berlebihan.

Seperti dilansir dari situs web kesehatan Medicinenet, tidak ada penyebab spesifik bulimia namun beberapa faktor seperti psikologis dan biologis berperan penting dalam munculnya gangguan makan ini.

Bulimia dan gangguan kejiwaan

Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang mengidap gangguan makan berisiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama. Namun, menurut beberapa studi, para penderita bulimia umumnya memiliki masalah psikologi dan kesehatan mental yang terganggu seperti memiliki kepercayaan diri yang rendah, terobsesi memiliki postur tubuh yang langsing dan sebagainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


"Orang yang mengidap bulimia, terutama kaum perempuan, ekspektasinya sangat tinggi. Misalnya menjaga penampilan dalam keseharian, menjaga berat badan supaya tetap ideal. Mereka juga dituntut lingkungannya agar badan tetap prima, menjaga makanan," kata Psikolog dari Universitas Maranatha, Bandung, Efnie Indranie saat berbincang dengan VIVAlife, Kamis, 11 September 2014.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut