Wall Street Bervariasi, Bursa Saham Asia Dibuka Melemah

Pialang sedang mengamati pergerakan saham di Tokyo Stock Exchange
Sumber :
  • Reuters
VIVAnews
- Pasar saham utama Asia dibuka lebih rendah pada transaksi awal Selasa, 28 Oktober 2014. Hal ini dipengaruhi sentimen negatif dari indeks saham acuan Wall Street yang ditutup fluktuatif.


Dilansir
CNBC
, pasar saham tertekan oleh penurunan harga minyak mentah. Selain itu, investor lebih bersikap hati-hati jelang pertemuan Federal Reserve.


Harga minyak mentah Amerika Serikat turun kembali ke level US$80 per barel di perdagangan Asia. Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini turun 0,2 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini sebelumnya menguat dalam pada dua hari perdagangan berturut-turut.


Data ekonomi yang dirilis sebelum pasar dibuka, yakni data penjualan ritel pada September naik dengan laju tercepat sejak Maret, ternyata tidak mampu menjadi sentimen postif bagi pasar.


Saham produsen kamera Canon tergelincir 3 persen setelah merilis laba kuartal III yang melemah.


Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney melemah 0,5 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini mundur setelah mencapai level tertinggi pada perdagangan Senin.


Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak turun 0,3 persen persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini semakin memperlebar kerugian.
Polisi Ungkap 4 Mahasiswa Junior STIP Jakarta Batal Dianiaya Seniornya


Telkom Punya Tabungan Rp6,8 Triliun
Sentimen negatif yang menekan pasar, adalah data tingkat kepercayaan konsumen pada Oktober yang jatuh ke level terendah dalam tiga bulan.

PEVS 2024 Resmi Berakhir, Transaksi Diklaim Hampir Rp400 Miliar

Saham Samsung Heavy Industries dan Samsung Engineering turun lebih dari 1 persen. Sebelumnya kedua saham perusahaan itu bergerak
rally
setelah pemegang saham menyetujui merger kedua perusahaan besar itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya